Peristiwa Daerah

Gali Kreativitas, WBP Buat Miniatur Mobil hingga Barongan Mini

Rabu, 18 Januari 2023 - 22:14 | 18.74k
Salah satu hasil karya WBP Lapas Kelas IIA Kediri (yobby/Times Indonesia)
Salah satu hasil karya WBP Lapas Kelas IIA Kediri (yobby/Times Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Berada di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan berarti warga binaan pemasyarakatan (WBP) kehilangan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

Seperti yang bisa dilihat di SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) Lakuli Lapas Kelas IIA Kediri

Advertisement

Di tempat itu, para WBP mendapatkan kesempatan untuk berkreasi. Mulai dari membuat Barongan mini, miniatur mobil dan sepeda motor, asbak kayu, sampai gelas dari batok kelapa. 

Miniatur mobil dan motor karya WBP ini tak kalah dari buatan para pengrajin yang ada di luar lapas.

Menurut David Pamungkas, salah satu WBP yang aktif di SAE, setiap miniatur mobil dan motor memerlukan waktu hampir satu minggu untuk pembuatan, mulai dari pemotongan bahan kayu sampai finishing menggunakan pernis. Untuk bahan, miniatur mobil dan motor tersebut menggunakan bahan kayu sengon. 

Pembuatan sendiri menggunakan gergaji otomatis yang khusus untuk kayu. Setelah kayu-kayu tersebut dipotong sesuai dengan ukuran yang diperlukan untuk membuat model miniatur, potongan kayu tadi ditempel menggunakan lem kayu, lem tembak dan lem serbaguna. 

Setelah semua potongan kayu disatukan dengan lem, biasanya para WBP mulai melakukan pewarnaan. Cat yang digunakan meski hanya cat air biasa namun dengan penyesuaian warna membuat miniatur mobil dan motor tersebut terlihat lebih menarik.

Miniatur-Sepeda.jpgSalah satu WBP Lapas Kelas IIA Kediri saat membuat kerajinan (yobby/Times Indonesia)

Untuk finishing, miniatur tersebut mendapat sentuhan pernis agar warnanya lebih cerah. 

David mengaku saat awal belajar membuat miniatur mobil dan motor cukup kesulitan, namun ketika sudah cukup lama di bengkel kerja SAE ia mulai terbiasa untuk terampil dan cekatan dalam membuat kerajinan tangan tersebut. 

"Harus telaten. Bagian yang paling susah adalah bagian dalam serta detail pada sepeda motor," tukas David yang tengah menjalani tahun ketiga masa hukumannya itu, Rabu, (18/01/2023). 

Selain itu miniatur mobil dan sepeda motor, para WBP juga membuat miniatur Barongan, salah satu kesenian khas Kediri, yang juga terbuat dari kayu. Berbeda dari mobil dan motor yang menempel beberapa potongan kayu, dalam pembuatan miniatur Barongan ini memanfaatkan teknik ukiran sepenuhnya. 

Selain perlu waktu lebih lama untuk mengukir, proses pewarnaan juga menjadi tantangan saat pembuatan. Pasalnya miniatur Barongan ini memiliki banyak warna gradasi yang perlu mencampurkan dua warna berbeda. 

"Untuk barongan paling cepat 2 Minggu. Untuk  pewarnaan banyak gradasi, warna muda harus mengoplos dulu. Kalau terlalu gelap ditambah lagi," tukas David. 

Kerajinan.jpgSalah satu hasil karya WBP Lapas Kelas IIA Kediri (yobby/Times Indonesia)

Kerajinan Asbak dan gelas dari batok kelapa, menurut David lebih mudah dalam pembuatannya. Untuk asbak kayu, tidak banyak memerlukan potongan kayu. 

Sedangkan untuk gelas dari batok kelapa bahan sudah didatangkan setengah jadi. Sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk pembuatan sampai menjadi gelas seutuhnya. " Asbak lebih mudah dari miniatur, sehari bisa dapat 3, " ujar David. Para WBP juga membuat tongkat kayu. 

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kediri Denie Kamiswara mengungkapkan, selain David, sebenarnya ada WBP lain yang juga aktif di SAE namun untuk dua WBP lainnya sudah bisa menghirup udara bebas beberapa waktu lalu. 

Untuk jam kerja sendiri, para WBP mulai beraktivitas di SAE mulai pukul 08.30 sampai 15.30 WIB. Dengan rentang waktu tersebut, WBP memiliki lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan positif.

Kegiatan ini menurut Denie selain sebagai bentuk pembinaan kemandirian warga binaan, juga untuk menghasilkan karya yang bisa dimanfaatkan warga binaan lain seperti Asbak. 

Kedepan, ditambahkan Denie, pihak Lapas juga akan memberikan pelatihan khusus kepada para WBP. Dengan adanya pelatihan, maka keahlian tangan para WBP ini bisa makin tergali.

"Kedepan akan ada mentor khusus, untuk pelatihan," pungkas Denie.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES