Peristiwa Daerah

Satuan Pendidikan di Kota Banjar Diimbau Awasi Jajanan Ciki Ngebul, Ini Bahayanya

Kamis, 19 Januari 2023 - 10:13 | 24.14k
Jajanan Ciki ngebul memiliki risiko kematian jika dikonsumsi. (Foto: Wiena/FB)
Jajanan Ciki ngebul memiliki risiko kematian jika dikonsumsi. (Foto: Wiena/FB)

TIMESINDONESIA, BANJAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan agar sekolah yang ada di Kota Banjar meningkatkan pengawasannya terhadap jajanan ciki ngebul atau Cikbul. 

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi tragedi keracunan anak yang terjadi di Jawa Barat akibat memakan jajanan ciki ngebul.

Advertisement

Sehingga Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI No. KL.02.02/C/90/2023 tanggal 6 januari 2023 mengeluarkan surat edaran tentang pengawasan terhadap penggunaan Nitrogen cair pada produk pangan siap saji.

Juga surat dari Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI No. 07/111.5/67/2023 tanggal 3 Januari 2023 tentang laporan Kasus Kedaruratan Medis dalam penggunaan Nitrogen cair pada makanan. 

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kemudian menindaklanjuti melalui surat edaran kewaspadaan kasus keracunan pangan Ciki Ngebul kepada seluruh Dinas Kesehatan ditingkat Kabupaten/Kota per tanggal 11 Januari 2023.

Kabid Pendidikan dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Surdam, mengungkap bahwa Dinas Kesehatan Kota Banjar melalui Kepala Puskesmas Banjar 3, dr Sari Wahyu Ningrum telah berkoordinasi dengannya terkait surat edaran tersebut. 

"Setelah dr Sari mengkoordinasikan kepada kami, Dinas pendidikan langsung menginstruksikan ke Kepala Sekolah baik untuk meningkatkan pengawasan pangan terhadap jajanan Cikbul di lingkungan sekolah," ujarnya, Kamis (19/1/2023). 

Kendati jajanan beracun tersebut tak ditemukan di Kota Banjar, namun pihaknya tetap meminta Sekolah melakukan pengawasan agar jangan sampai kecolongan seperti apa yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bekasi. 

"Sesuai surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan menginstruksikan setiap satuan pendidikan dapat meningkatkan pengawasan jajanan anak sekolah," sambung Surdam. 

Dr Sari Wahyu Ningrum, Kepala Puskesmas Banjar 3 mengungkap bahwa jajanan Cikbul dan sejenisnya seperti ice smoke dan dragon breath biasanya berupa jajanan sereal warna warni yang  jika dimakan menimbulkan sensasi dingin dan menghasilkan asap alias ngebul. 

"Itu sebenarnya sudah ditambahkan nitrogen cair ya dan akan berbahaya jika dikonsumsi," jelasnya. 

Nitrogen cair ini dalam bentuk gas yang dalam rumus kimianya N2 yang ketika diberikan tekanan yang sangat tinggi maka akan berubah menjadi cair. Cairan tersebut tidak berwarna dan memiliki titik didih yang sangat rendah yaitu minus 195,79′c.

"Karena titik didihnya sangat rendah maka digunakan untuk mengawetkan Sperma, sel telur dan yang lainnya bahkan membekukan makanan atau minuman," papar dr Sari. 

Menurutnya, akhir-akhir ini cara ini digunakan industri makanan karena memiliki daya tarik sensasi dingin dan ngebul. 

Lantas apa bahayanya mengkonsumsi nitrogen cair ini? Dokter penyandang penghargaan sebagai ASN berprestasi tingkat Jawa Barat ini menjabarkannya dengan gamblang. 

"Minimal dampaknya yaitu pusing, mual dan muntah bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh dan terbakar karena saat sesuatu dengan suhu yang sangat ekstrim menyentuh jaringan tubuh manusia maka bisa terbakar meskipun tidak ada api," jelasnya. 

dr Sari juga memperingatkan masyarakat yang memiliki riwayat asma agar tidak mengkonsumsi nitrogen cair karena dengan menghirupnya saja dapat menyebabkan sesak nafas. 

Efek samping dari penggunaan nitrogen cair pada makanan yaitu dapat menyebabkan lemas, penurunan kesadaran bahkan mengakibatkan kematian. 

"Untuk itu, kami mengimbau para satuan Pendidikan dan para guru untuk memantau anak didiknya di sekolah agar tidak jajan sembarangan, " imbau dr Sari. 

Ia juga berharap agar Sekolah di Kota Banjar dapat memfasilitasi kantin sehat di lingkungan sekolah agar anak didiknya dapat jajan secara sehat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES