Peristiwa Daerah

Dinilai Krisis Regenerasi, Perayaan Imlek di Jombang Sepi

Minggu, 22 Januari 2023 - 13:08 | 33.33k
Anak kecil umat Tionghoa yang sedang beribadah di Klenteng Hong San Kiong, Kecamatan Gudo, Jombang, Minggu (22/1/2023). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
Anak kecil umat Tionghoa yang sedang beribadah di Klenteng Hong San Kiong, Kecamatan Gudo, Jombang, Minggu (22/1/2023). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Perayaan Imlek di Klenteng Hong San Kiong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang terlihat sepi. 

Dalam pantauan TIMES Indonesia di lokasi, nampak perayaan hari raya umat Tionghoa di Klenteng Hong San Kiong tidak seperti biasanya. 

Advertisement

Mulai pagi pukul 7 hingga 9 pagi hanya terlihat beberapa orang saja yang menunaikan ibadah di Klenteng tertua di Jombang, Jawa Timur tersebut. 

Krisis regenerasi membuat perayaan Imlek sepi

Bukan tanpa sebab. Menurut Toni Harsono Ketua Klenteng Hong San Kiong mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa memungkiri bahwa sepinya hari raya Imlek dan perayaan hari besar umat Tionghoa karena krisis regenerasi. 

"Kami akui, kini sudah krisis regenerasi. Bahkan setiap tahun mengalami penurunan, yang tua sudah meninggal dan yang muda tak lagi muncul malah banyak yang pindah kepercayaan," kata Toni, Minggu (22/1/2023).

Perayaan-Imlek-di-Jombang-1.jpgSuasana peribadahan sepi di Klenteng Hong San Kiong, Kecamatan Gudo, Jombang, Minggu (22/1/2023). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Menurutnya, mulai penurunan regenerasi terlihat sejak peristiwa 1965 lalu. Kemudian di era sekarang banyak anak keturuanan yang sekolah di sekolah umat agama lain hingga akhirnya banyak yang pindah kepercayaan. 

"Kalau di jaman sekarang penyebab utamanya karena sekolah di umat lain hingga akhirnya banyak yang pindah agama di situ," paparnya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut pihak Klenteng juga sudah membuka sekolah Tionghoa setiap hari Minggu. Namun, sekolah yang berdiri sejak tahun 1980 itu masih belum maksimal. 

"Ada sekolah Tionghoa setiap hari minggu untuk penguatan ideologi. Namun, ketika anak itu menginjak dewasa dan sekolah di luar banyak yang beralih kepercayaan," terangnya.

Toni-Harsono-Ketua-Klenteng-Hong-San-Kiong.jpgToni Harsono Ketua Klenteng Hong San Kiong, Kecamatan Gudo, Jombang. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Pihaknya berharap suatu saat ada sekolah Tionghoa di Kabupaten Jombang. Agar regenerasi umat Tionghoa di kota kelahiran Gus Dur terus lestari.

"Kami berharap Pemkab Jombang bisa memfasilitasi dengan membentu sekolah Tionghoa bagi umat kami," ucap Toni saat merayakan Imlek. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES