Peristiwa Daerah

Gubernur Khofifah: Mbah Bisri Syansuri Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Senin, 23 Januari 2023 - 10:01 | 27.21k
KH. Bisri Syansuri Pendiri NU dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang. (FOTO: Dakwahnu.id)
KH. Bisri Syansuri Pendiri NU dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang. (FOTO: Dakwahnu.id)

TIMESINDONESIA, JOMBANGGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut mendukung serta mendorong agar penyematan gelar pahlawan nasional kepada KH. Bisri Syansuri segera diproses. 

Ini diungkapkan saat menghadiri haul KH. Bisri Syasuri di Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Minggu (23/1/2023) malam.

Advertisement

Khofifah juga sudah menanyakan sejauh mana proses pengusulan KH. Bisri Syamsuri atau Mbah Bisri menjadi Pahlawan Nasional kepada Staf Khusus Menkopolhukam tentang pengajuan tersebut. 

"Tadi saya juga sudah menanyakan sejauh mana proses pengajuan tersebut ke Staf Khusus Menkopolhukam. Kalau ada kekurangan apa yang harus kita lengkapi," kata Khofifah. 

Khofifah.jpgKhofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menghadiri Haul KH. Bisri Syansuri di Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Minggu (22/1/2023). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Menurutnya, perjuangan dan pengorbanan Mbah Bisri untuk Indonesia sudah bisa dikatakan jauh dari kata kelayakan untuk sandangkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya. 

Perjuangan Mbah Bisri bersama KH. Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab dalam mengomandani resolusi jihad menggerakan Laskar Hisbullah mengusir penjajahan di bumi pertiwi Indonesia menjadi sebuah jawaban layaknya Mbah Bisri menyandang gelar Pahlawan Nasional. 

"Mungkin, Mbah Bisri dan Dzuriahnya tidak membutuhkan gelar pahlawan ini. Namun, agar bangsa Indonesia mempunyai dokumen yang konverhensif," paparnya. 

Orang nomor satu di Jawa Timur itu, mereka yang pernah berkontribusi pada proses perjalanan, perjuangan, dan pengorbanan dalam perjuangan kemerdekaan NKRI yang patut diteladan perlu adanya apresiasi. 

"Namun, catatan sebagai sebuah bangsa, rekam jejak itu menjadi penting sebagai keteladanan bagi seluruh warga bangsa Indonesia. Bahkan orang luar negari, bahkan kepala negara begitu mengormati pahlawan nasional ketika berkunjung. Karena bangsa yang besar itu, ketika bangsa itu bisa menghargai dan menghormati para pahlawannya," ucap Gubernur Jatim Khofifah mengenai KH. Bisri Syasuri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES