Peristiwa Daerah

Surplus, Produksi Padi 2022 di Kabupaten Probolinggo Capai 238 Ribu Ton

Senin, 23 Januari 2023 - 14:56 | 26.13k
Tanaman padi yang mulai menguning. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
Tanaman padi yang mulai menguning. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Realisasi produksi padi 2022 atau gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Probolinggo, Jatim, mencapai 238.450 ton. Hasil produksi itu diperoleh dari area tanam lahan seluas 37 ribu hektar lahan tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi menyampaikan, realisasi produksi padi tahun 2022 memang tidak sampai target, sekitar 92 persen dari total target, yaitu 250.000 ton GKG. Hal itu disebabkan dari area tanam yang tidak mencapai target.

Advertisement

Target areal tanam padi tahun kemarin sekitar 40.000 ha, sedangkan realisasinya mencapai 37.000 ha lahan tanam. Sekitar 90 persen lahan tanam yang digunakan itu, membuat jumlah realisasi tanaman pagi juga tak bisa mencapai target.

Berkurangnya area tanam itu, lanjut dia, dikarenakan adanya peralihan fungsi lahan yang terjadi sepanjang tahun 2022. Ada sektiar 67 – 70 ha lahan yang telah beralihfungsi. Seluruhnya beralih pada pembangunan industry dan area jalan tol.

Untuk menambah area tanam itu, pihaknya menginisiasi dengan memperbaiki lahan tanam warga yang kurang produktif. Caranya dengan membangun infrastruktur irigasi di sawah tersebut. Sehingga, ladang sawah yang awalnya hanya bisa digunakan sekali panen, bisa digunakan hingga 2 atau 3 kali panen dalam satu tahun.

“Lahan yang kurang produktif, kami bantu agar lahan itu bisa tetep produksi atau tanam padi lagi setiap musim tanam. Sehingga lahan yang sudah alih fungsi tidak banyak mempengaruhi hasil produksi padi setiap tahunnya,” ungkapnya, Senin (23/1/2023).

Ia menambahkan, meski produksi padi tahun ini tidak mencapai target. Hal itu tidak akan menjadi pengaruh pada kenaikan harga beras saat ini. Menurut dia, kenaikan harga itu terjadi karena memang saat ini berada di awal musim tanam. Kondisi demikian akan kembali pulih dalam bulan Maret mendatang.

Jika 238.450 ton GKG itu dikonveksi menjadi beras, akan memperoleh 162.146 ton beras. Sedangkan rata-rata kebutuhan perkapita warga Kabupaten Probolinggo sekitar 88,6 kilogram. Atau sekitar 130 ribu ton beras dalam satu tahun.

“Meski tidak mencapai target tahun ini, perolehan padi itu masih cukup untuk memenuhi konsumsi warga Kabupaten Probolinggo. Artinya produksi padi tahun 2022 masih surplus,” kata Mahbub.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES