Peristiwa Daerah

20 Ribu Jemaah Padati Haul Habib Salim Assyatiri dan KH Ma'shum di Bondowoso

Selasa, 24 Januari 2023 - 07:30 | 51.48k
Puluhan ribu jemaah saat menghadiri Haul Habib Salim Assyatiri dan KH Ma'shum di Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Puluhan ribu jemaah saat menghadiri Haul Habib Salim Assyatiri dan KH Ma'shum di Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Sebanyak 20 ribu jemaah dari berbagai kabupaten memadati haul Habib Salim Assyatiri dan KH Ahmad Ma'shum Zainullah, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Haul sendiri berlangsung di kediaman murid langsung Habib Salim Assyatiri, KH Ahmad Nawawi Maksum, yang tidak lain adalah putra KH Ahmad Ma'shum Zainullah.

Advertisement

Selain itu, majelis dzikir dan salawat di Pondok Pesantren Nurut Taqwa kali ini juga dalam rangka haul Nyai Hj Raudlatul Hayati, Senin (23/1/2023) malam.

Pantauan di lokasi, jemaah yang datang dari berbagai kabupaten di Jawa Timur khususnya tapal kuda, memenuhi halaman pondok Pesantren Nurut Taqwa, bahkan hingga meluber ke jalanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Genggong KH Moh Hasan Maulana, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Dekananto Eko Purwono, Dr. Ali Masykur Musa, Kapolres se-tapal kuda, sejumlah tokoh ulama, dan pejabat negara.

Haul-Habib-Salim-1.jpgJemaah tampak khusuk mengikuti rangkaian haul Habib Salim Assyatiri (Foto: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Habib Salim Assyatiri sendiri adalah ulama yang mempunyai julukan sulthonul ilmi.

Haul Habib Salim Assyatiri diperingati setiap tahun di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Kabupaten Bondowoso.

Habib Salim bin Abdullah As Syatiri lahir di Kota Tarim, Yaman. Dijuluki sulthonul ilmi karena Habib Salim mampu menghafal ribuan kitab.

Pada 17 Februari 2018, Habib Salim bin Abdullah Assyatiri Wafat dalam usia 80 tahun. 

Meskipun beliau wafat, tetapi karomah dan ilmunya terus tersebar luas hingga ke Indonesia, melalui murid-muridnya.

Sementara KH Ahmad Ma'shum Zainullah merupakan ulama sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nurut Taqwa Kabupaten Bondowoso.

KH Ma’shum lahir di Bondowoso, 11 November 1951 dan wafat 9 Januari 2021. 

KH Ma'shum merupakan alumnus Nurul Jadid. Sosoknya dikenal sangat tawadu pada guru, dan ikhlas mengabdi kepada masyarakat.

Pondok Pesantren Nurut Taqwa yang berdiri tahun 1976 sebagai salah satu bukti pengabdian Kiai Ma'shum.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurut Taqwa, KH Ahmad Nawawi Maksum mengatakan, haul Habib Salim Assyatiri dan ayahandanya digelar setiap tahun.

Menurutnya, ribuan jemaah memadati haul ulama Yaman tersebut. Bahkan dari tahun ke tahun terus bertambah. 

"Malam ini jemaah diperkirakan ada 20 ribu jemaah yang hadir. Juga jajaran petinggi Polda hadir langsung di acara ini," kata dia saat dikonfirmasi.

Dalam sambutannya, Gus Nawawi berpesan kepada jemaah, bahwa menghadiri majelis haul orang-orang alim akan banyak mendapatkan manfaat.

Dimana jemaah akan mendapatkan keberkahan, dengan catatan memiliki niat yang ikhlas.

"Jangan berharap sesuatu, tapi datang dengan ikhlas. Insyaallah suatu saat akan ada balasannya," jelas dia.

Haul kali kata dia, juga sebagai momentum untuk muhasabah dan belajar kepada ulama atau meneladani mereka. 

"Semoga perantara haul ini kita mendapatkan Ridha dari Allah SWT," harap dia.

Sementara itu, sebagai pembicara Dr. Ali Masykur Musa mengatakan, ada dua poin penting dalam acara haul kali ini.

Pertama kata dia, memperingati haul adalah untuk mengingatkan jemaah, bahwa yang ada di dunia akan dikembalikan kepada Allah.

"Sudahkah kita mempunyai bekal seperti beliau yang sudah tersenyum di sisi Allah," jelas dia.

Mantan Ketua Umum PB PMII ini memaparkan, bahwa pada saatnya jemaah yang hadir akan menyusul. 

"Kalau kita ingat akan kembali kepada Allah, maka kita tidak akan membanggakan pangkat dan kekayaan kita," jelas dia.

Sementara pelajaran yang kedua, di balik mengingat kematian, harus menjadi motivasi untuk meningkatkan ibadah.

Ibadah bukan hanya saja soal spiritual, tetapi juga amal saleh. "Dalam Al-Qur'an selalu bergandengan antara perintah iman dan amal saleh," jelas dia.

"Semakin tambah umur semakin takut kepada Allah. Semakin tinggi pangkat harus semakin takut kepada Allah," pesan dia.

Dalam acara haul tersebut, juga dibacakan manaqib atau sejarah singkat perjalanan hidup Habib Salim Assyatiri dan juga KH Ahmad Ma'shum Zainullah.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES