Peristiwa Daerah

Tumbas Express, Official Kurir Marketplace Pemkab Mojokerto 

Kamis, 26 Januari 2023 - 10:11 | 31.61k
Prosesi peluncuran Tumbas Express sebagai official kurir marketplace Tumbas. Aplikasi transaksi jual-beli produk lokal Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/1/2023) (Dok. Kominfokab Mojokerto for TIMES Indonesia)
Prosesi peluncuran Tumbas Express sebagai official kurir marketplace Tumbas. Aplikasi transaksi jual-beli produk lokal Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/1/2023) (Dok. Kominfokab Mojokerto for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTOPemkab Mojokerto mempunyai marketplace dengan nama Tumbas. Sebuah aplikasi transaksi jual-beli berisi aneka produk khas buatan masyarakat lokal Kabupaten Mojokerto. Aplikasi ini telah lama tersedia di Google Play Store. 

Aplikasi Tumbas besutan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto kali ini telah memiliki official kurir. Namanya Tumbas Express. Sebuah jasa layanan kurir marketplace Tumbas untuk melayani masyarakat Kabupaten Mojokerto. 

Advertisement

Peluncuran Tumbas Express diresmikan oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto. 

"Saat ini kami telah menyiapkan sekitar 12 tim kurir yang tergabung dalam Tumbas Express. Kurir ini nanti yang akan mengirim barang dari seller ke pembeli," ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, M Iwan Abdillah dalam keterangan tertulis, Kamis (26/1/2023).

Prosesi-peluncuran-Tumbas-Express-b.jpgBupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati pada saat bernostalgia tentang keinginannya menciptakan marketplace lokal Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/1/2023) (Dok. Kominfokab Mojokerto for TIMES Indonesia)

Iwan menyebutkan bahwa dalam melaksanakan marketplace Tumbas, pihaknya tidak hanya melakukan pengembangan sistem aplikasi saja. Namun akan terus melakukan pengembangan dalam sistem operasionalnya. 

Selain meluncurkan Tumbas Express, Disperindag Kabupaten Mojokerto juga melangsungkan sosialisasi penggunaan Tumbas Seller versi mobile kepada para penjual. 

"Dalam pelaksanaannya, banyak para seller yang perlu kita sosialisasikan cara pengoperasian Tumbas Seller versi mobile. Harapan kami para seller bisa semakin termudahkan dengan adanya Tumbas Seller versi mobile ini," terang Iwan yang merupakan lulusan S2 Antropologi Unair Surabaya ini. 

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menyampaikan secara singkat tercetusnya marketplace Tumbas ini. Ide marketplace lokal ini untuk menjawab kebutuhan pasar para pelaku IKM di tengah pandemi covid-19.

"Kemarin itu kita ini hanya berusaha untuk menjawab permasalahan para IKM di saat Pandemi Covid-19. Permasalahan saat itu mengerucut pada pasar. Karena pasar dibatasi tidak boleh ada kerumunan," jelasnya. 

Bupati Mojokerto juga mengatakan bahwa saat itu pihaknya ingin membangun marketplace lokal untuk memfasilitasi para IKM yang terkendala dalam pemasaran produknya. 

"Aplikasi Tumbas ini adalah salah satu langkah kita untuk memfasilitasi IKM. Kita tidak perlu bingung-bingung mencari pasar, karena warga Kabupaten Mojokerto ini ada satu juta lebih, semua butuh produk dan semua bisa jadi pembeli. Kalau kita mau, kita bangun pasar sendiri," tuturnya. 

Bupati perempuan pertama Kabupaten Mojokerto ini pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Mojokerto. 

"Proses yang kita lakukan memang butuh usaha, butuh berdarah-darah dulu, nanti kalau sudah jalan, pasti semua akan merasakan imbas baiknya. Makanya ini butuh komitmen kita semua. Kita semua punya niat yang baik, kita ingin ekonomi di Kabupaten Mojokerto ini tumbuh dengan kekuatan kita sendiri," tandasnya. 

Bupati Mojokerto berharap, seluruh elemen di Kabupaten Mojokerto turut membesarkan city branding yang telah dimiliki Kabupaten Mojokerto, yakni 'Kabupaten Mojokerto Full of Majapahit Greatness'. Dengan city branding ini, diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk-produk asli Kabupaten Mojokerto di pasaran. 

"Kabupaten Mojokerto punya banyak sentra, ada kerupuk tengiri, ada kerupuk rambak, cor kuningan dan lain sebagainya, cuman brandingnya kurang kuat. Sehingga apa yang terjadi, kita tetap kirim barang kita tapi brandingnya ikut brand orang lain. Kalau kita sudah punya branding sendiri, dan membuat para pembeli datang ke sini, kita bisa jual produk kita dengan harga yang lebih tinggi," kata Bupati Mojokerto. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES