Advertisement
Peristiwa Daerah

Jadi Inspirasi, Kepala Desa di Indramayu Budidaya Jamur Tiram

Seorang Kepala Desa asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sukses budidaya jamur tiram.  ...

TIMES Indonesia,
Jadi Inspirasi, Kepala Desa di Indramayu Budidaya Jamur Tiram
Kepala Desa Malang Semirang Rusmono Syarif, saat panen jamur tiram di belakang rumahnya (FOTO: Selamet Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

INDRAMAYU Seorang Kepala Desa asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sukses budidaya jamur tiram

Kepala Desa Malang Semirang Rusmono Syarif ini mempunyai tiga kumbung atau rumah jamur dengan 5000 ribu baglog sebagai media tanam penghasil jamur tiram putih.

Advertisement

Media baglog  dibeli dengan harga Rp3500  per buahnya. Biasanya dalam kurun waktu satu bulan perawatan, baglog sudah bisa menghasil jamur dan siap dipanen.

jamur-tiram-2.jpg

Menurutnya, budidaya jamur tiram putih sudah ia geluti sejak enam bulan terakhir dan sebagai percontohan progam pemberdayaan masyarakat Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Indramayu.

"Awalnya saya hanya membangun satu kumbung untuk menyimpan baglog dan bertambah menjadi 2 tapi sering waktu berjalan permintaan jamur tiram putih makin banyak, makanya saya bikin satu lagi kumbung jamur tiram," ujar kepala Desa Malang Semirang Rusmono Syarif kepada TIMES Indonesia, Sabtu (4/2/2023).

Untuk masa panen jamur tiram sendiri bisanya satu bulan dan bisa diambil setiap hari, selagi kondisi baglognya masih dibilang bagus untuk menghasilkan jamur, tapi biasanya kalau sudah berwarna kecoklatan sudah tidak bisa menghasilkan jamur lagi.

Advertisement

"Perawatannya cukup mudah tinggal kita siram saja setiap pagi dibagian baglognya, tapi jangan menyiram pas mau di panen karena akan berdampak pada  hasil timbangannya," terangnya.

Untuk harga jual sendiri kalau diagen buat di jual lagi 12 ribu perkilonya, sedangkan untuk harga pasar perkiraan 18 ribu perkilonya sedangkan Buat konsumen yang beli langsung disini di hargai 15 ribu perkilonya.

"Untuk Hasil panen jamur tiram putih sendiri kita bisa mencapai 37 kilo setiap harinya, dan kita kewalahan dalam menerima permintaan yang begitu tinggi, sedangkan kapasitas jamur tiram putih kami sangat terbatas," katanya.

Kami sudah melakukan program  memberdayakan masyarakat dan memberikan pelatihan cara budidaya jamur tiram dengan mendatangkan para ahli dibidangnya.

"Alhamdulilah untuk saat ini sudah ada tiga petani jamur tiram putih yang kita berdayakan, semoga makin berkembang dan bisa menjadi salah satu mata pencarian masyarakat Malang Semirang selain bercocok tanam," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia