Puncak Hari Jadi ke-278 Pacitan, Ini Fokus Utama ke Depan

TIMESINDONESIA, PACITAN – Peringatan puncak Hari Jadi ke-278 Pacitan, Jawa Timur, kali ini nyaris tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Mulai proses hingga corak pakaian yang dikenakan. Namun lebih ditekankan kepada beberapa fokus utama ke depan.
Saat memberikan sambutan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menekankan tiga hal penting yang sepertinya mendesak untuk segera dilaksanakan bak sabda seorang raja.
Advertisement
Pertama, pria yang disapa akrab Aji ini memberikan mandat kepada Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho sebagai Tim Penelusur Sejarah Pacitan. Pasalnya, penetapan usia Kota 1001 Goa sejatinya belum final.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menekankan tiga fokus utama ke depan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
"Selanjutnya supaya memulai kajian dan penelusuran berbagai sumber agar bisa menentukan sejarah Pacitan," demikian dikatakannya dalam Bahasa Jawa, di Pendopo Jogokariyan, Minggu (19/2/2023).
Kedua, Aji menetapkan baju khas yang dirancang oleh Kabid Budaya Disparbudpora Pacitan Djohan Perwiranto yang memiliki corak seperti dikenakan para penjaga pusaka kadipaten.
Ketiga, orang nomor satu di Pemkab Pacitan itu mengukuhkan batik motif rancangan Prima Nugraha yang dinamakan Batik Jagad menjadi batik khas Pacitan. Batik Jagad sebagaimana digunakan dalam upacara adat Beksan Bedhaya Pamudyo.
"Pakaian ini disebut batik Jagad sebagai pelengkap beberapa pakaian khas Pacitan yang ada sebelumnya," terang Aji di hadapan para tamu undangan.
Sementara itu, berkaitan dengan prosesi upacara Puncak Hari Jadi ke-278 Pacitan, Kabid Budaya Djohan Perwiranto menjelaskan, bahwa nuansa kali ini lebih mengangkat seni ukir kuno jawa yang dipadukan dengan apik namun tetap berwibawa.
Suasana Puncak Hari Jadi ke-278 Pacitan di Pendopo Jogokarian. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
"Semua corak seni ukiran kuno yang ada tergambar dalam rangkaian upacara, kurang lebih demikian," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPR RI Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang juga memberikan semangat, motivasi, doa dan harapan. Terlebih belakangan melihat bencana hidrometeorologi terus mendera.
"Semoga ke depan Pacitan lebih baik, lebih maju dan terhindar dari bencana alam," ucapnya pada puncak Hari Jadi ke-278 Pacitan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |