Mistik, Ada Pasar Keramat di Pacet Mojokerto

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Pasar Keramat Dusun Wonokerto, Desa Warugunung, Kabupaten Mojokerto menjadi ikon ekonomi dan ekologi baru bagi Desa. Dusun Wonokerto ini dikenal dengan Kramajetak.
Pasar Keramat ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak dan alhasil mampu menyulap lahan bambu kosong menjadi pasar dengan daya tarik wisata baru.
Advertisement
Diresmikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati Pasar Keramat ini diharapkan menjadi ikon ekonomi dan ekologi bagi masyarakat desa setempat. Untuk diketahui, Pasar Keramat ini memilih konsep pasar tradisional di lahan bambu dengan nuansa mistik.
Pasar ini menyuguhkan jajanan pasar dengan aneka hasil kerajinan dari bambu. Pasar Keramat ini akan terus beroperasi setiap dua minggu sekali, tepatnya di hari Minggu pagi.
Bupati Mojokerto mengatakan bahwa Pasar Keramat bisa menjadi icon ekonomi dan ekologi di Kabupaten Mojokerto. Harapan itu muncul ketika berkesempatan mengunjungi Pasar Keramat secara langsung.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Kepala Desa Warugunung, Agus dalam proses peluncuran Pasar Keramat. (Dok. Kominfo for TIMES Indonesia)
"Pasar ini lain dari pada yang lain. Pasar ini sudah memberikan banyak inspirasi kepada semua orang. Ini bagian dari pengembangan potensi desa, karena semua desa sekarang didorong untuk mandiri secara fiskal," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/2/2023).
Tak hanya menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat, Bupati Mojokerto juga mengapresiasi kebijakan masyarakat untuk tidak menggunakan kemasan makanan berupa plastik. "Selain makanannya tradisional, pemilihan kemasan makanan yang tidak dari plastik ini juga sangat bagus, sehingga sampah kita bisa dikurangi," tuturnya.
Kedepannya, Bupati Mojokerto berharap Pasar Keramat juga akan menjadi salah satu tempat rekreasi yang komplit. Masyarakat tidak hanya berkunjung untuk berbelanja, namun juga bisa melakukan aktifitas edukasi di Pasar Keramat ini.
"Pasar Keramat ini akan menjadi pioner, dimana tidak hanya perdagangan, tapi ada edukasi, ada seni budaya juga yang disajikan di sini. Entah itu edukasi pengelolaan sampah atau edukasi terkait manfaat tanaman bambu ini untuk kehidupan manusia setiap harinya," harapnya.
Melihat situasi di Pasar Keramat hari ini, dengan ratusan pengunjung yang tidak hanya masyarakat lokal saja, Bupati Mojokerto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto bahkan daerah sekitar Kabupaten Mojokerto untuk terus mendukung perkembangan Pasar Keramat ini.
"Kami mohon dukungannya, Pasar Keramat ini akan bisa terus beroperasi dengan kehadiran semua pengunjung ke sini. Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto pun juga akan terus berupaya mendukung pengembangan Pasar Keramat ini, sehingga ikon Kabupaten Mojokerto bisa terus bertambah dan bervarian," ucapnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Sholihin Nur |