Peristiwa Daerah

Pemkot Banjar Gelar Pertemuan Terkait Protes Properti Firaun di BWP, Begini Hasilnya

Sabtu, 18 Maret 2023 - 08:57 | 27.19k
Imbas dari munculnya properti Firaun untuk Museum The Mummy BWP, Pemkot Banjar menggelar pertemuan dengan Almuktabar dan tokoh Agama serta DMI. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
Imbas dari munculnya properti Firaun untuk Museum The Mummy BWP, Pemkot Banjar menggelar pertemuan dengan Almuktabar dan tokoh Agama serta DMI. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANJAR – Aksi penolakan Aliansi Muslim Kota Banjar (Almuktabar) atas keberadaan properti menyerupai Firaun direspons Pemkot Banjar. Ini berujung pada penundaan rencana didirikannya Museum Mumi di Banjar Waterpark (BWP).

Ini disampaikan Direktur BWP, Dedi Suardi saat dimintai keterangan usia menggelar pertemuan terkait polemik yang mempersoalkan properti raja Mesir jahiliah ini.

Advertisement

"Rencana Pembangunan Musium The Mummy di Pending sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, " ucapnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (18/3/2023).

Hal tersebut, lanjut Dedi, dikarenakan adanya penolakan dari Almuktabar atas properti berwujud Firaun yang berukuran besar. "Pada intinya tidak diperbolehkan ada patung Firaun," cetusnya.

Dedi menjabarkan bahwa Aliansi muslim dan tokoh agama tidak mempermasalahkan rencana pembuatan museum kecuali keberadaan patung raksasa tersebut. "Pihak investor belum memberikan jawaban terkait ini," imbuhnya.

Untuk saat ini, katanya, kelanjutan rencana Museum The Mummy masih menunggu reaksi dari pihak ketiga dan untuk sementara properti menyerupai Firaun di amankan dari halaman Banjar Waterpark.

Hal ini dibenarkan Asep Hizbah, Ketua Almuktabar yang menegaskan pihaknya tidak berkompromi dengan patung yang pada era Nabi Musa dikenal sebagai raja yang dzalim.

Ia mengungkap bahwa dari hasil pertemuan yang digelar di Setda pada Jumat kemarin belum menemukan titik temu atau kesepakatan. Pihak Investor pun meminta pertemuan ditunda.

"Berdasarkan suara masyarakat di medsos,  banyak yang keberatan dengan properti Firaun ini. Kalaupun memang untuk edukasi, ya silahkan dibikin miniaturnya saja di dalam ruangan, gak usah di luar," jelasnya.

Asep mengungkapkan, pengelola BWP masih kebingungan karena investor sudah menggelontorkan biaya yang tak sedikit untuk revitalisasi wahana wisata ini. "Katanya kan untuk perbaikan BWP ini membutuhkan dana sekitar Rp4 Miliaran ya," rincinya.

Lantas, seperti apa sebetulnya sosok Firaun yang membuat Almuktabar berang dengan kemunculan replikanya di Kota Banjar? Mari kita ulas sedikit di sini.

Nama Firaun diadopsi sebagai penghormatan orang Mesir kuno terhadap rajanya yang percaya bahwa Firaun berfungsi sebagai mediator antara dewa dan manusia.

Kerajaan Mesir kuno dipimpin selama tiga ribu tahun oleh puluhan dinasti yang satu dinastinya terdiri atas sejumlah Firaun, gelar raja yang diduga oleh sejarawan sebagai Firaun pada masa Nabi Musa.

Mereka di antaranya adalah Ahmose I, Thutmose II, Thutmose III, Tutankhamun dan Ramses II.

Sejarawan sepakat bahwa Ramses II adalah Firaun di masa Nabi Musa di mana pada era kepemimpinannya, ia mengklaim ketuhanannya. Ramses II ini merupakan orang pertama yang mengklaim ketuhanan, dan dia membuat patung untuk dirinya sendiri di samping dewa Ptah dan Amun.

Kisahnya ini diceritakan dalam Al Quran surah An-Nazi'at ayat 24 dimana Firaun mengumpulkan seluruh rakyatnya kemudian dia mengaku sebagai tuhan yang paling tinggi dan tak ada satu pun yang berani membantah.

Ini bermula dari mimpinya di mana Firaun melihat kobaran api yang datang menghampiri dari arah Baitul Maqdis. Api tersebut kemudian membakar kota Mesir dan melahap seluruh bagiannya.

Dari mimpi itu, para ahli tafsir meramalkan akan lahir seorang bayi laki-laki dari kalangan Bani Israil dan akan menghancurkan kota Mesir, juga Firaun.

Sejak itulah Firaun seperti dikisahkan dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 49 memerintahkan para algojonya untuk berburu bayi laki-laki dan memerintahkan untuk menyembelih setiap bayi laki-laki yang lahir.

Dengan latar belakang itulah, properti Firaun yang rencananya dibangun di BWP ditolak oleh warga. Pemkot Banjar pun sigap merespons protes tersebut (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES