Peristiwa Daerah

Brug Over den Brantas te Kediri, 150 Tahun Lebih Jadi Saksi Pembangunan Kediri

Sabtu, 18 Maret 2023 - 17:41 | 79.65k
Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama Kediri (foto: Yobby/TIMES Indonesia)
Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama Kediri (foto: Yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Lebih dari 150 tahun,  Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama Kediri menjadi saksi pembangunan dan perkembangan kawasan Kediri, baik kota dan Kabupaten serta wilayah sekitarnya.  

Jembatan yang terletak di samping Jembatan Brawijaya, Kota Kediri ini dalam perjalanannya, tahun lalu telah ditetapkan menjadi cagar budaya nasional bidang struktur berdasarkan keputusan Mendikbudristek Tahun 2022 lalu.

Status ini menjadikan Jembatan Lama Kediri satu-satunya bangunan cagar budaya nasional di wilayah Kediri. 

Untuk melestarikan jembatan penuh histori itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri, Zachrie Ahmad mengungkapkan pelestarian dan perawatan Jembatan Lama Kediri adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakat. 

Brug-Over-2.jpg

Karena itu masyarakat harus lebih peduli pada Jembatan Lama Kediri. "Kita harus mempertahankan keberadaan dan nilai cagar budaya dengan cara mengembangkan, melindungi dan memanfaatkan sebagai sarana pariwisata, ilmu pengetahuan," ujar Zachrie Ahmad, Sabtu, (18/03/2023). 

Jembatan sepanjang 160 meter serta lebar 5,8 meter adalah buah karya dari karya insinyur Sytze Westerbaan Muurling. Pertama kali dioperasikan pada 18 Maret 1869, Jembatan Lama Kediri hari ini genap berusia 154 tahun. 

Peringatan HUT Jembatan Lama Kediri dimulai dengan iring-iringan kirab budaya dengan start dari Kantor Disbudparpora hingga finish di Jembatan Lama. Peringatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama dengan melibatkan lintas sektor mulai camat, lurah, komunitas, budayawan, sejarawan serta perwakilan siswa siswi Kota Kediri.

Zachrie Ahmad menuturkan kegiatan ini direncanakan akan rutin digelar tiap tahun dan terus dikembangkan serta dimodifikasi agar lebih menarik.

Brug-Over-3.jpgPeringatan 154 tahun Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama Kediri (foto: Yobby/TIMES Indonesia)

"Nantinya akan kita kemas menjadi tradisi yang tiap tahun akan terus kita inovasi lebih bagus dan melibatkan elemen yang lebih banyak," tuturnya.

Sementara itu, Budayawan Kediri sekaligus juru pelihara Jembatan Lama Imam Mubarok mengungkapkan dengan statusnya sekarang , jembatan tersebut di bawah pengawasan langsung Dirjen Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 11 Jawa Timur. 

Imam Mubarok berharap kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian Jembatan Lama sebagai warisan cagar budaya lebih ditingkatkan.

"Sesuai amanat Undang-Undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya, menjaga cagar budaya bukan tanggungjawab pemerintah daerah saja, tapi tanggungjawab kita semua," tuturnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES