Dede Yusuf Kepincut ‘Kere Aktif’ Pembangunan Sektor Pariwisata Ala Dwi Marhen
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, kepincut dengan konsep ‘Kere Aktif’ dalam pembangunan sektor pariwisata. Konsep tersebut diperkenalkan ...

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, kepincut dengan konsep ‘Kere Aktif’ dalam pembangunan sektor pariwisata. Konsep tersebut diperkenalkan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dwi Marhen Yono,
Ketertarikan politisi Partai Demokrat ini dilontarkan saat pelaksanaan Bimtek Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Ekonomi Kreatif Melalui Smartphonegraphy di Mountain Breeze Banjaran, Kabupaten Bandung, 17 Maret 2023 lalu.
Kala itu, Dwi Marhen, sapaan akrab Dwi Marhen Yono, menyampaikan paparan tentang konsep 3A dan 3K dalam mendorong tumbuh kembang sektor pariwisata daerah. 3A merupakan kepanjangn dari Akses, Amenitas dan Atraksi.
“Konsep ini terlahir dan berhasil diterapkan di Kabupaten Banyuwangi, dimasa Bupati Abdullah Azwar Anas,” ucap Dwi Marhen, Selasa (21/3/2023).
Dijelaskan, unsur Akses meliputi infrastuktur jalan, bandara, pelabuhan dan sarana transportasi menuju destinasi wisata. Amenitas terkait ketersediaan akomodasi. Baik hotel, restoran, cafe, toko cinderamata dan fasilitas umum penunjang, seperti sarana kesehatan, toilet dan tempat ibadah.
Sedang untuk unsur Atraksi, di Banyuwangi, Jawa Timur, digenjot melalui program satu event per instansi. Misalnya, One Cabor One Event untuk KONI Banyuwangi. One Company One Event, One Dinas One Event dan seterusnya.
“Seluruh kegiatan dikemas sebagai atraksi budaya dan menjadi paket wisata. Dengan begitu, sepanjang tahun penuh, Banyuwangi, memiliki kalender paket wisata,” ungkap Dwi Marhen.
“Dan hasilnya, Banyuwangi didatangi wisatawan sepanjang tahun baik wisatawan nusantara maupun asing,” imbuhnya.
Putra daerah Banyuwangi ini bercerita. Diawal penerapan konsep 3A, Satpol PP dan Dinas Perpustakaan sempat mengalami kesulitan menjalankan program One Dinas One Event.
“Setelah saya buka DPA dinas tersebut, akhirnya bisa bikin festival Pekan Olahraga Satpol PP yang pesertanya anggota Satpol PP dari seluruh Indonesia. Begitu juga Dinas Perpustakaan, kita buatkan kegiatan bedah buku dengan narasumber Najwa Syihab, dan dihadiri ribuan peserta dari Dinas Perpustakaan se Indonesia,” ulasnya.
Selanjutnya, Dwi Marhen menjabarkan tentang apa itu konsep 3K dalam upaya percepatan pembangunan sektor pariwisata. Meliputi Komitmen, Kreativitas dan Inovasi serta Kere Aktif. Sisi komitmen merupakan komitmen CEO, dalam hal ini Bupati atau Walikota, selaku pemegang kebijakan.
“Begitu CEO berkomitmen dan memutuskan, segalanya pasti jalan,” ujarnya.
Yang tak kalah penting adalah Kere Aktif. Yakni meski tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, anggaran yang besar, setiap dinas tetap harus aktif menelurkan kegiatan paket wisata.
“Kita menyebutnya Kere Aktif. Alias walaupun kere alias tidak punya fasilitas dan anggaran, tetap harus aktif,” beber Dwi Marhen.
Nah, begitu istilah Kere Aktif disebut dan dijabarkan, rasa ingin tahu dan penasaran Dede Yusuf langsung muncul. Mengingat yang kurang dilakukan dalam pengembangan sektor pariwisata daerah umumnya minimnya kreativitas dalam membuat atraksi.
Oleh karena itu, Dede sangat mendukung bila Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat bisa meniru dan menerapkan konsep 3A dan 3K ala Dwi Marhen. Bahkan, Dede tak malu mengaku ingin belajar konsep 3K yang dipaparkan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusatara Kemenprakraf tersebut.
“Saya senang dengan K ketiga, yaitu Kere Aktif. Karena keterbatasan anggaran mestinya jangan dijadikan alasan,” cetus Dede.
Mantan aktor ini mengaku bersemangat dengan jiwa Kere Aktif ala Dwi Marhen. Menurutnya, hal itu yang kurang dimiliki kalangan ASN. Termasuk stakholders di dunia pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Sejatinya saya bisa seperti sekarang juga karena modal Kere Aktif itu. Tidak mudah untuk menggapai tangga, pasti kita lewati dengan cucuran keringat,” jelas wakil rakyat dari dapil Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini.
Dede bisa memahami filosofi Kere Aktif karena lima tahun pernah jadi Wakil Gubernur Jabar. Dia juga 10 tahun menjabat ketua Kwarda Pramuka Jabar.
“Tanpa anggaran dan fasilitas bisa kita bikin kegiatan-kegiatan monumental dengan ribuan peserta. Bisa raih rekor Muri segala,” tambahnya.
Untuk diketahui, kekayaan konsep dan inovasi percepatan pembangunan sektor pariwisata yang dimiliki Dwi Marhen, semua tak lepas dari pengalaman. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, dia menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, (Kadisparbud Kota Pariaman) Sumatera Barat (Sumbar).
Di Kota Pariaman, alumni angkatan 9 Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) (Sekarang IPDN) tahun 1997 ini mampu menggaungkan sektor pariwisata kota berjuluk The Sunset City of Indonesia ke kancah nasional dan internasional. Termasuk mengantaran Desa Wisata Apar menjadi juara 3 Anugerah Dewa Wisata Indonesia (AWDI) 2021 dalam kategori Desa Digital.
Menjabat Direktur Pemasaran dan Pariwisata Nusantara, wawasan tentang pariwisata Dwi Marhen makin mantap, berkat arahan dan bimbingan dari Manteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf), Sandiaga Uno.
Sebelum menjabat sebagai Kadisparbud Kota Pariaman, Dwi Marhen, mengabdi dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Sejumlah jabatan pernah dia tempati. Di antaranya Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disbudpar Banyuwangi. Yakni direntang tahun 2017-2018. Dan ditahun 2018-2019 dia dipercaya menjadi Kabid Produk Wisata Disbudpar Banyuwangi.
Seperti yang kita duga, ketika bertugas di Disbudpar Banyuwangi, Dwi Marhen, tentu banyak mendapat wejangan dari bupati, yang kala itu dijabat oleh Abdullah Azwar Anas. Yakni sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Karena kepiawaiannya dalam mengemas serta membuat terobosan baru sektor pariwisata, dia juga dipercaya menjadi Direktur Banyuwangi Festival Kabupaten Banyuwangi. Satu lagi, Dwi Marhen juga tercatat sebagai Pelopor Wisata Pedesaan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

