Museum Bersejarah Dr (HC) Oemboe Hina Kapita di Sumba Timur Ditetapkan, Ini Tujuannya
Museum bersejarah Dr (HC) Oemboe Hina Kapita yang diresmikan oleh almarhum Mantan Bupati Sumba Timur Ir Umbu Mehang Kunda di Daerah Kabupaten Sumba Timur bertujuan untuk ...

SUMBA TIMUR – Penetapan nama museum bersejarah di Daerah Kabupaten Sumba Timur Dr (HC) Oemboe Hina Kapita yang diresmikan oleh almarhum Mantan Bupati Sumba Timur Ir Umbu Mehang Kunda bertujuan untuk menunjang pembangunan nasional daerah.
“Museum Dr (HC) Oemboe Hina Kapita ini diresmikan pada 16 Mei 2007 tentu bertujuan untuk melindungi dan melestarikan benda cagar budaya dan barang bersejarah lainnya,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur Risparia Ranggambani, Kamis (23/3/2023).
Ia mengatakan, adapun tujuan pembangunan gedung Museum Dr (HC) Oemboe Hina Kapita ini sebagai aset budaya daerah guna menunjang pembangunan nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kebudayaan dan pariwisata.
Menurut Risparia, berdasarkan klasifikasi permuseuman bahwa Museum Daerah Dr (HC) Oemboe Hina Kapita termasuk jenis museum umum klasifikasi C dengan visi misi daerah yakni, mewujudkan museum sebagai pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah sebagai bagian kekayaan budaya nasional.
Misinya, kata dia, mewujudkan pengelolaan dan tata kelola yang baik guna terwujudnya fungsi Museum Dr (HC) Oemboe Hina Kapita.
Ia menjelaskan, koleksi museum adalah suatu benda atau kumpulan benda atau sebagai bahan pembuktian sejarah alam dan benda-benda yang dihasilkan oleh buatan manusia yang dapat menggambarkan idetitas kelompok.
“Koleksi museum ini bisa juga diartikan sebagai kumpulan benda-benda yang terdiri dari dua kelompok besar, yakni benda sejarah alam dan benda budaya,” jelasnya.
Risparia menyebut, benda budaya adalah hasil karya manusia yang terintegrasi dalam unsur-unsur kebudayaan yang universal seperti bahasa, sistem pengetahuan organisasi sosial, sistem peralatan hidup, sistem religi, dan kesenian.
Koleksi museum, tambahnya, sebagai gambaran identitas bangsa mempunyai monumental yang dapat dijadikan sebagai dokumen hidup atau pembuktian relaitas keberadaan atau kehadiran (eksistensi) identitas suatu bangsa melalui peninggalan masa lampau.
“Tentunya dalam dunia pendidikan koleksi Museum ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran ilmu pengetahuan yang punya erat dengan pendidikan dalam menunjang proses belajar di sekolah,”tuturnya.
Risparia mengungkapkan, adapun koleksi Museum Dr (HC) Oemboe Hina Kapita sebagai berikut, Biologi sebagai benda koleksi yang merupakan benda objek penelitian/dipelajari oleh disiplin ilmu biologi antara lain tengkorak, kerangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan baik yang berupa fosil maupun bukan fosil.
Arkeologika, benda koleksi ini merupakan hasil budaya manusia masa lampau yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda-benda tersebut merupakan hasil tinggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuknya pengaruh budaya barat.
Etnografika, benda ini yang menjadi objek penelitian antropologi. Benda-benda ini merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis.
Selain itu ada Keramologika benda koleksi yang dibuat dari tanah liat yang dibakar berupa barang pecah belah. Umumnya koleksi keramik yang terdapat di museum ini merupakan hasil pertukaran dengan pedagang dari Portugis, Belanda, dan Arab dalam kurun waktu abad XVI sampai dengan XIX.
“Pada masa silam benda-benda keramik ini dijadikan sebagai bekal kubur dalam tradsisi masyarakat Sumba Timur,”paparnya.
Teknologika, setiap benda atau kumpulan benda yang menggambarkan teknologi atau perkembangan berupa peralatan atau hasil produksi yang dibuat secara masal oleh suatu kelompok.
Koleksi Museum Daerah Dr (HC) Oemboe Hina Kapita terdiri dari berbagai benda budaya Sumba Timur yang memiliki peran penting dalam adat istiadat budaya dan ritual yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Koleksi tersebut antara lain, kain (hinggi), sarung (lawu), mamuli, lulu amahu, kanotu (tempat persembahan dalam ritual), muti, kalumbut, lamba dan perlngkapan ritual berupa tempat air suci dan makanan untuk Marapu (leluhur). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


