Terungkap, Batu Bata Kuno di Balak Banyuwangi Bekas Pemukiman Abad 13
Teka-teki penemuan tumpukan batu bata merah kuno di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya terungkap. ... ...

BANYUWANGI – Teka-teki penemuan tumpukan batu bata merah kuno di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Dari hasil pemeriksaan sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Banyuwangi, peninggalan sejarah tersebut diperkirakan bekas pemukiman dari abad 13.
“Diprediksi bekas pemukiman Hindu-Buddha abad ke-13 yang terendam lahar letusan Gunung Semeru,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, Sabtu (29/4/2023).
Seperti diketahui, tumpukan batu bata merah kuno ini ditemukan diarea tambang galian C di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon. Batu bata merah yang mayoritas sudah tidak utuh atau fragmen terdiri dari 2 ukuran.
Ada yang berukuran panjang 18,5 sentimeter, lebar 22 sentimeter dan tebal 8,6 sentimeter. Sisanya, panjang 36 sentimeter, lebar 20 sentimeter dan tebal 9 sentimeter. Tumpukan batu bata merah yang identik dengan batu bata era kerajaan Majapahit ini ditemukan dikedalaman 2,5 meter.
“Pada sisi atas batu bata, terdapat bekas aliran lahar letusan Gunung Semeru,” bebernya.
Diduga, masih Bramuda, tumpukan batu bata merah kuno ini awalnya sebuah pemukiman. Yang kemudian porak poranda akibat terkena lahar letusan Gunung Semeru.
“Lahar menyebabkan seluruh struktur bangunan terkubur. Kita memprediksi temuan ini adalah bekas pemukiman karena dilokasi juga ditemukan pecahan kereweng dan keramik dari Dinasti Ming,” jelas Bramuda.
Secara teknis arkeologis, untuk memastikan umur batu bata merah kuno, masih dibutuhkan penelitian lanjutan. Yakni berupa ekskavasi penyelamatan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur. Sedang untuk zonasi telah dilakukan pemetaan, zona inti kurang lebih 0,74 hektar dan zona penyangga seluas 0,35 hektar.
“Luasan berdasarkan struktur, dari arah timur ke barat 116 meter dan dari selatan ke utara memiliki luas 32 meter,” terangnya.
Pasca penemuan tumpukan batu bata merah kuno, kini lokasi tambang galian C di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, berubah fungsi menjadi lokasi penelitian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

