Advertisement
Peristiwa Daerah

Kampung Teluk Semanting Kabupaten Berau Kembangkan Ekowisata Mangrove

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama SMV Kemenkeu mendukung peluncuran ekowisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. ...

TIMES Indonesia,
Kampung Teluk Semanting Kabupaten Berau Kembangkan Ekowisata Mangrove
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meresmikan ekowisata mangrove Kampung Teluk Semanting pada (3/5/2023). (Foto: YKAN)
A-AA+

JAKARTA Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama SMV Kemenkeu mendukung peluncuran ekowisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kawasan ekowisata mangrove tersebut berada di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Berau. 

Kawasan ekowisata mangrove di Kampung Teluk Semanting ini mempunyai luas sekitar 750 hektare. Di sini pengunjung bisa menikmati hamparan mangrove yang asri sekaligus belajar mengenai ekosistem mangrove. Kawasan ekowisata ini juga dilengkapi jembatan titian, pusat informasi dan penjualan cenderamata hasil karya warga setempat, menara pantau untuk wisata pengamatan burung, serta fasilitas camping bagi pengunjung yang ingin menginap.

Advertisement

“Terkait pengembangan program ekowisata, pada 27 September 2022 lalu, Pemerintah Kabupaten Berau telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Berau nomor 483 tahun 2022 tentang Penetapan Ekosistem Mangrove di Areal Penggunaan Lain (APL) Kampung Teluk Semanting sebagai Ekowisata Mangrove Berkelanjutan Berbasis Masyarakat yang dikelola oleh Tim Pengelola Mangrove Kampung Teluk Semanting,” terang Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.

Juniarsih menambahkan bahwa pengembangan ekowisata mangrove di Kampung Teluk Semanting ini juga selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Berau Tahun 2016-2031.

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting pada kawasan pesisir, yang menyediakan beragam jasa lingkungan bagi masyarakat setempat.

Tidak banyak kabupaten seperti Berau, yang memiliki kawasan mangrove dengan luas hampir 80.000 hektare dan sebagian besar kondisinya dalam keadaan baik. Hal ini menjadikan Kabupaten Berau sebagai wilayah penting dalam perlindungan mangrove alami yang masih tersisa di Indonesia. 

Ekowisata-Mangrove.jpg

”Selain peting untuk ekosistem, fungsi mangrove juga sangat penting bagi ekonomi masyarakat menyebabkan perlu adanya pengelolaan dengan cara-cara yang tidak merusak, antara lain dengan program ekowisata dan budi daya tambak berkelanjutan Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE) yang didukung oleh SMV Kementerian Keuangan,” jelas Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.

Pelestarian mengrove memerlukan dukungan semua pihak dalam berbagai aksi. Kementerian Keuangan membuat berbagai macam kebijakan, salah satunya adalah kebijakan fiskal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dalam penanganan perubahan iklim.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menerjemahkannya dengan mengoptimalkan peran SMV dan pihak-pihak yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Geo Dipa Energy (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Indonesia Infrastructure Finance, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam program-progam pelestarian lingkungan.  

”Di Kabupaten Berau, kami berkolaborasi dengan YKAN untuk mendukung kegiatan akuakultur berkelanjutan SECURE dan ekowisata mangrove berkelanjutan di Kampung Pegat Batumbuk dan Teluk Semanting,” kata Berdik Dili Guntoro, perwakilan dari DJKN dalam sambutan tertulisnya.

Harapan tersemat agar ekowisata mangrove di Kampung Teluk Semanting ini bisa memberikan dampak secara berkelanjutan. Menyadari pentingnya keseimbangan lingkungan, harapannya dengan adanya ekowisata mangrove ini dapat menghadirkan banyak manfaat bagi seluruh masyarakat luas dengan tetap menjaga serta melestarikan alamnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia