Peristiwa Daerah

Warga Persembahkan Tulisan Unik di Jalan Rusak di Desa Kotaanyar Probolinggo

Senin, 08 Mei 2023 - 12:38 | 120.99k
Salah satu tulisan menggunakan triplek yang dipasang warga Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)
Salah satu tulisan menggunakan triplek yang dipasang warga Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebuah tulisan dari triplek dan banner terpampang di jalan raya Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo, Jatim. Tulisan itu persembahan dari warga setempat di jalan rusak. Karena jalan tersebut merupakan akses utama atau jalur tengah melintang yang padat aktivitas kendaraan.

Tulisan yang menghiasai di jalan desa itu terpampang jelas pada triplek dipersembahkan oleh warga untuk pemerintah setempat, DPRD dan Bupati. Berikut isi tulisan pada triplek: Pajak Telat Didendo, Dalan Rusak Dijarno. Ttd Masy..

Advertisement

Sedangkan tulisan pada banner yang berada di posisi utara: Selamat Anda Memasuki Jalan Mantap Kotaanyar. Terimakasih Pemerintah Atas Perhatiannya. P. Camat DPRD dan Bupati.

Di jalan Desa Kotaanyar yang berbatasan dengan Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, itu terdapat tiga tulisan yang dipasang oleh warga. Dua tulisan dari banner dan satu tulisan dari triplek.   

“Pernah ditambal sulam dulu, tapi tidak bertahan lama. Ini rusaknya sudah sekitar 2-3 tahunan gitu. Yang sebelah selatan itu warga iuran melakukan tambal sulam dengan cara dicor, tapi setelah itu rusak lagi. Banyak kendaraan besar juga yang lewat di sini,” ungkap Eva Yuliatin, warga Desa Kotaanyar, Senin (8/5/2023).

“Biasanya setelah hujan itu kadang ada pengendara yang jatuh karena genangan air. Jika mau diperbaiki oleh pemerintah harus pakai aspal yang bagus biar kwalitasnya bagus,” sambung dia.

Hal senada disampaikan Zainuddin, warga Desa Sambirampak, Kecamatan Kotaanyar. Menurutnya, padahal jalan desa tersebut merupakan jalan akses utama warga di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kotaanyar, Paiton dan Kecamatan Pakuniran.

“Ini jalannya rusak lumayan parah. Padahal di jalan ini juga dilintasi pak Camat dan anggota dewan, tapi masih dibiarkan selama bertahun-tahun. Wajar saja jika warga mempersembahkan tulisan sepeti ini,” kata Zainuddin, saat melintas di jalan tersebut.

Ada 5 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo Jajalan yang Rusak Parah

Berdasarkan data dari Kabupaten Probolinggo Dalam Angka 2023, yang dirilis BPS Kabupaten Probolinggo, panjang jalan kabupaten di daerah setempat sekitar 778,34 kilometer pada tahun 2022. Dari sekian panjang jalan tersebut, 91,82 kilometer di antaranya merupakan jalan dengan kondisi rusak berat. Angka jalan rusak ini jauh lebih besar dari pada tahun 2021, sepanjang 6,8 kilometer

Sejatinya ruas jalan kabupaten dengan kondisi rusak berat tersebut, terdapat di 24 kecamatan. Hanya saja, ruas jalan rusak terparah berada di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Banyuanyar dengan panjang 17,88 kilometer, Kecamatan Tiris dengan panjang 13,66 kilometer dan Kecamatan Krucil dengan panjang 17,15 kilometer.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Sukapura dengan panjang 9,20 kilometer, Kecamatan Tongas 7,93 kilometer dan Kecamatan Tegalsiwalan dengan panjang 5,10 kilometer. Kerusakan jalan ini berada di jalan kabupaten, atau jalan yang menjadi wewenang pemerintah daerah.

Sedangkan jalan rusak ringan tercatat sepanjang 11,82 kilometer. Angka ini lebih kecil dari pada kondisi jalan rusak ringan pada tahun 2021, yaitu sekitar 155,166 kilometer. Sedangkan jalan dengan kondisi sedang pada tahun 2022 sepanjang, 74,57 kilometer. Angka ini lebih kecil dari pada kondisi jalan sedang tahun sebelumnya, yaitu sepanjang 152,25 kilometer.

Sementara jalan kabupaten dengan kondisi baik pada tahun 2022, sepanjang 600,74 kilometer. Angka itu lebih baik dari pada tahun sebelumnya yang hanya sepanjang 471,55 kilometer. Artinya, di balik tingginya angka jalan rusak berat, juga terdapat tingginya angka jalan dengan kondisi baik.

Dari 778,34 kilometer jalan kabupaten tersebut, sebagian besar berupa jalan aspal. Hanya 55,44 kilometer di antarnya berupa jalan non aspal. Nah untuk tahun ini, dalam BPS tersebut menyatakan bahwa tidak ada jalan kabupaten  dengan permukaan menggunakan kerikil dan tanah pada tahun 2022. Sedangkan pada tahun 2021, masih ada sekitar 15 kilomter jalan kabupaten menggunakan permukaan kerikil dan tanah.

Sebelumnya, Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menyampaikan, kondisi jalan di daerah dengan 1,15 juta penduduk ini memang banyak yang rusak. Ia berjanji akan memperbaikinya sedikit demi sedikit. Sebab, pihaknya terkendala dengan anggaran yang masih terbatas.

Namun Ugas memastikan perbaikan jalan akan menjadi program prioritas pemerintah. Tahun depan, pihaknya akan mengalirkan anggaran APBD pada pembangunan jalan tersebut agar pengerjaan bisa lebih cepat.

"Kita akan perbaiki sesuai dengan kemampuan anggaran kita. InsyaAllah tahun depan anggaran untuk perbaikan jalan akan lebih besar lagi," ungkap Sekda Ugas, terkait jalan rusak di Kabupaten Probolinggo. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES