Peristiwa Daerah

Jelang Pelantikan, Pengurus IPSI Surabaya Ziarah di Makam Empat Maestro Silat

Kamis, 18 Mei 2023 - 12:38 | 112.52k
Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo Soekartono saat melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo, TPU Ngagel Surabaya, Kamis (18/5/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia) 
Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo Soekartono saat melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo, TPU Ngagel Surabaya, Kamis (18/5/2023).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia) 
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya melakukan ziarah ke makam empat pendiri perguruan silat asal Surabaya.

Keempat makam pendiri perguruan pencak silat tersebut adalah Makam RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo, Makam Drs. H.M. Atho’illah Iskandar, Makam R. Ahmad Boestami Barasoebrata dan Makam Mursalim Ngalim. 

Advertisement

Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo Soekartono (BHS) memimpin ziarah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pengurus Besar (PB) IPSI dan jelang persiapan pelantikan Pengurus IPSI Kota Surabaya pada Jumat (19/5/2023) besok. IPSI sendiri berdiri pada 18 Mei 1948. 

Rombongan peziarah mengunjungi makam Almarhum RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel. Kedatangan mereka disambut oleh putra almarhum, Ambar Kusuma. 

Di hadapan makam RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo, rombongan pendekar silat ini memanjatkan doa tahlil dan membacakan surat yasin. 

Ketua IPSI Surabaya Bambang Haryo Soekartono bersama pengurus kemudian melakukan tabur bunga. 

Ketua IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono mengatakan, bahwa ziarah bertujuan untuk menghormati jasa para pendiri karena telah melestarikan warisan budaya bangsa semasa hidup dan jejaknya masih abadi hingga kini. 

"Kami selaku pengurus dan perwakilan perguruan melakukan ziarah kubur kepada para pendiri. Silat adalah aset bangsa dan budaya dari kakek moyang yang harus kita lestarikan," kata BHS. 

Ia menambahkan, R..M. Soebandiman Dirdjoatmodjo merupakan pendiri Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri. 

Satu dari sepuluh perguruan pencak silat yang mendapatkan predikat Perguruan Historis Pencak Silat karena memberikan kontribusi dan pengaruh terhadap sejarah perkembangan IPSI serta pencak silat secara umum pada era awal terbentuknya IPSI.

R. M. Soebandiman Dirdjoatmodjo lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. 

Dia adalah putra pertama dari R.M. Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. Sejak berusia 9 tahun, R.M Soebandiman Dirdjoatmodjo sudah bisa menguasai ilmu pencak silat yang ada di lingkungan keraton, sehingga ia mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman. 

Kemudian ia melakukan banyak perjalanan dan berguru kepada beberapa maestro silat. Antara lain KH Hasan Basri Peterongan Jombang hingga Yap Kie San di Biara Shaolin.

Perisai Diri didirikan secara resmi pada tanggal 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. Sebelum mendirikan Perisai Diri secara resmi, ia melatih silat di lingkungan Perguruan Taman Siswa atas permintaan pamannya, Ki Hajar Dewantoro.

Teknik silat Perisai Diri mengandung unsur 156 aliran silat dari berbagai daerah di Indonesia ditambah dengan aliran Shaolin (Siauw Liem) dari negeri Tiongkok. Pesilat diajarkan teknik beladiri yang efektif dan efisien, baik tangan kosong maupun dengan senjata. Metode praktis dalam Perisai Diri adalah latihan Serang Hindar yang mana menghasilkan motto “Pandai Silat Tanpa Cedera”.

Sementara itu, Ambar Kusuma, putra R.M Soebandiman Dirdjoatmodjo menyampaikan ucapan terima kasih. 

"Kami atas nama Perisai Diri sangat berterimakasih sekali atas kunjungan dari IPSI Kota Surabaya," ucap Ambar Kusuma. 

Setelah selesai berziarah di Makam R.M Soebandiman Dirdjoatmodjo, perjalanan IPSI Surabaya kemudian berlanjut ke Makam Almarhum Drs. H.M. Atho’illah Iskandar. Ia adalah Pendiri IPS Nur Harias. H.M Atho'illah disemayamkan di TPU Islam Ketintang Besar. 

Selepas itu, BHS bersama anggota nyekar di Makam Pendiri PSN Perisai Putih, Almarhum R. Ahmad Boestami Barasoebrata di TPU Balongsari Tandes dan menutup rangkaian ziarah di Makam Almarhum Mursalim Ngalim, TPU Banjar Sugihan Tandes. Ia adalah Pendiri PS Gopsu. 

Rangkaian HUT ke-75 IPSI di Surabaya juga akan ada beberapa kegiatan lain. Mulai pemberian penghargaan life achievement, santunan serta berbagai anugerah dalam olah raga bela diri pencak silat.

Sebagaimana diketahui, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya Bambang Haryo Soekartono (BHS) memimpin ziarah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pengurus Besar (PB) IPSI dan jelang persiapan pelantikan Pengurus IPSI Kota Surabaya. IPSI sendiri berdiri pada 18 Mei 1948.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES