Peristiwa Daerah

Prabowo Tanamkan Semangat Kebangsaan pada Santri Tremas Pacitan

Sabtu, 20 Mei 2023 - 17:48 | 126.26k
Menhan Prabowo Subianto saat menanamkan semangat kebangsaan kepada ribuan santri PIP Tremas Pacitan, Sabtu (20/5/2023). (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Menhan Prabowo Subianto saat menanamkan semangat kebangsaan kepada ribuan santri PIP Tremas Pacitan, Sabtu (20/5/2023). (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Pacitan, Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto menanamkam semangat kebangsaan kepada ribuan santri Perguruan Islam Pondok Tremas. 

Prabowo mengaku, sebelum tiba di Pacitan, dirinya sempat disarankan oleh Gus Miftah Yogyakarta agar sowan ke pondok pesantren legendaris itu. 

Advertisement

"Sebelum ke sini, saya disarankan Gus Miftah, jika di sana ada Ponpes yang sangat penting dan memiliki sejarah panjang. Alhamdulillah, jika hari ini saya diterima dengan baik," katanya, Sabtu (20/5/2023). 

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, selain dalam rangka kunjungan kerja (Kunker), dia menemui Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya. 

"Ini dalam rangka kunker, tadi sekaligus di Pacitan ini ada senior saya, yaitu Presiden ke-6 RI, SBY," terang Prabowo. 

Lebih lanjut Menhan Prabowo mengakui, jika Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang telah banyak melahirkan para pemimpin.

Menhan-Prabowo-Subianto.jpg

"Ternyata, Pacitan ini tempat lahirnya banyak pemimpin besar. Alhamdulillah ini kunjungan saya kedua. Kalau tidak salah 2015 silam," ujarnya. 

Soal perjumpaannya dengan SBY, Prabowo menyatakan, tidak ada maksud lain kecuali menyambung rasa dan membahas masalah kebangsaan. 

"Tadi saya jumpa dengan Pak SBY, dulu sama- bertugas sama di Akmil Magelang. Kami menyambung rasa, melanjutkan suatu persahabatan dan tali silaturahmi. Juga membahas banyak masalah yang menyangkut kebangsaan. Saya sangat gembira semoga mendatang hubungan batin ini akan terus lebih baik," papar Prabowo. 

Di hadapan pengasuh PIP Tremas, Prabowo juga menyatakan kesediaanya untuk ikut mengembangkan pesantren. Hal itu mengingat peran besar para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan hingga membangun Bangsa Indonesia. 

"Kita ketahui bersama bahwa pesantren merupakan unsur penting dalam pembinaan generasi penerus. Saya ingin ikut membantu pengembangan pesantren ini sesuai kemampuan, semoga bermanfaat," katanya. 

Masih dikatakan Prabowo, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki jumlah umat muslim terbesar di dunia. Begitu pula peran pesantren dalam melawan penjajah juga sangat besar. 

"Benar. Islam lahir di tanah suci, tapi umat muslim terbanyak ada di Indonesia. Kemerdekaan kita bukan pemberian dari bangsa lain, kemerdekaan kita dari keringat dan air mata nenek moyang kita. Dulu kita dijajah, karena negara kita sangat kaya. Sampai sekarang pun masih sangat kaya. Bayangkan, sudah dijajah, sudah dirampok bangsa asing, sampai sekarang masih punya kekayaan luar biasa," tuturnya. 

Sebelum melanjutkan perjalanan, Menhan Prabowo berpesan kepada seluruh santri PIP Tremas Pacitan agar memiliki rasa kepercayaan diri dan bangga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dirinya juga menceritakan bagaimana perjuangan para pendahulu saat merebut kembali dari bangsa asing hingga puncaknya pada 10 November 1945 di Surabaya. 

"Di sinilah peran pesantren ulama dan kiai sangat penting dalam perjuangan, sering kali para tokoh pemimpin bersumber dari ulama, bahkan berperan penting," tegasnya. 

Seraya berpesan, Menhan Prabowo Subianto dengan berapi-api menyatakan, bahwa Bangsa Indonesia tidak mau dijajah lagi, lebih baik hancur daripada dijajah bangsa lain. 

"Anak anakku para santri, kalian adalah penerus dari bangsa yang pemberani. Bangsa yang tidak mau jadi pesuruh dan disepelekan kita mau jadi bamgsa yang kuat, sejahtera dan makmur serta terhormat. Kita harus yakin," pungkas Prabowo Subianto menutup pidato kebangsaannya di PIP Tremas Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES