Peristiwa Daerah

Melalui Karnaval Seni, SMAN 2 Bantul Beri Edukasi Konservasi Alam

Senin, 22 Mei 2023 - 04:28 | 168.38k
Kampanye konservasi air yang dikemas dalam bentuk kesenian. (Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Kampanye konservasi air yang dikemas dalam bentuk kesenian. (Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANTULSMAN 2 Bantul menggelar Panen Karya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila berupa karnaval edukasi di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta, Minggu sore (21/5/2023).

Karnaval edukasi ini menampilkan aneka seni dan budaya asli kabupaten Bantul, seperti tari montro dan reog wayang. 

Advertisement

Karnaval dilepas Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) DIY Drs Suhirman dari halaman kantor DPRD DIY, disaksikan Plt Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Tri Basuki Sundoro dan Kepala SMAN 2 Bantul.

Dari depan kantor DPRD DIY peserta bergerak ke arah selatan, menuju garis finish di halaman museum benteng Vredeburg.

Namun di depan hotel Mutiara setiap kelompok peserta karnaval mendapat kesempatan unjuk kebolehan untuk menghibur warga yang berkumpul di titik tersebut.

Penampilan-salah-satu-peserta-karnaval-edukasi.jpgPenampilan salah satu peserta karnaval edukasi. (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

Selain seni dan budaya, peserta pawai juga memberikan edukasi tentang konservasi air dan energi, pengelolaan sampah serta keanekaragaman hayati.

Penampilan ratusan siswa kelas X ini, tak pelak mengundang perhatian warga dan wisatawan yang berada di kawasan Malioboro Yogyakarta.

Yaqun Paristri selaku koordinator proyek menjelaskan, pawai ini sebagai bentuk implementasi status Sekolah Adiwiyata Mandiri yang disandang SMAN 2 Bantul.

Dengan demikian, SMAN 2 Bantul harus dapat menjadi pelopor dalam melestarikan lingkungan. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat. 

Panen karya kali ini mengambil tema utama 'Gaya Hidup Berkelanjutan' dengan sub tema 'Bangkit Lebih Kuat, Berdiri Lebih Hebat Dalam Semangat Merdeka Belajar'.

Ini karena SMAN 2 Bantul juga menyandang berpredikat Sekolah Budaya, edukasi dikemas dalam bentuk pawai seni dan budaya.

"Kegiatan sepenuhnya didukung oleh Paguyuban Orang tua Siswa," tegas Yaqun yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.  

Plt Sekertaris DLHK Tri Basuki Sundoro memberikan apresiasi kepada SMAN 2 Bantul atas peran sertanya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya upaya melestarikan lingkungan hidup lewat karnaval edukasi yang memberikan tontonan sekaligus tuntunan.  

Selanjutnya setiap peserta karnaval edukasi dapat menjadi contoh dalam pelestarian lingkungan hidup bagi warga di sekitarnya, khususnya dalam mengelola sampah.

Ini mengingat sampah sudah menjadi ancaman yang serius bagi DIY menyusul kapasitas TPST Piyungan yang sudah penuh.

Karena itu, upaya pemilahan sampah menjadi sangat penting agar sampah yang dibuang ke TPST Piyungan benar-benar residu akhir yang tidak dapat lagu didaur ulang sehingga dapat menekan volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.  

Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman berharap, upaya mengedukasi warga tidak berhenti setelah karnaval SMAN 2 Bantul selesai. Sebab mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan seperti mengubah budaya sehingga harus terus dilakukan setiap hari, tanpa mengenal lelah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES