Advertisement
Peristiwa Daerah

Memaknai Waisak 2023, Memperkuat Moral Untuk Persatuan Bangsa 

Seperti diketahui Waisak adalah peringatan dari tiga peristiwa penting dalam agama Budha ... ...

TIMES Indonesia,
Memaknai Waisak 2023, Memperkuat Moral Untuk Persatuan Bangsa 
Puncak Peringatan Waisak 2023 di Vihara Jayasaccako, Kota Kediri (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
A-AA+

KEDIRI Puluhan umat Budha di Kota Kediri dan sekitarnya, Minggu (04/06/2023) melangsungkan Puja Bhakti Waisak di Vihara Jayasaccako.

Umat yang datang mengawali peringatan dengan doa kemudian berlanjut dengan melakukan prosesi Pradaksina yakni memutari vihara sebanyak 3 kali searah jarum jam. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk perwujudan dan penghormatan kepada sang Budha. 

Advertisement

Usai melakoni prosesi Pradaksina, umat yang telah berkumpul tepat pada pukul 10.45, umat  memperingati detik-detik Waisak dengan khusyuk bermeditasi dan berdoa bersama di ruang Dhammasala. 

Umat-Budha.jpg
Umat Budha berbagi berkah usai Puja Bhakti (FOTO: yobby/TIMES Indonesia) 

Seperti diketahui Waisak adalah peringatan dari tiga peristiwa penting dalam agama Budha. Ketiga peristiwa itu yakni kelahiran Sidharta Gautama, pencapaian sempurna Sidharta Gautama menjadi Budha kemudian parinibanna (wafat)  Sidharta Gautama. 3 Peristiwa yang dikenal sebagai Tri Suci Waisak terjadi di bulan yang sama. 

Waisak tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Moral Membangun Kedamaian Bangsa." Menurut Samanera Budirato, dalam momen Waisak kali ini agama diharapkan mampu terus menjaga ketebalan moral manusia. Mengingat perkembangan jaman, perlahan mengikis moral manusia. 

Peran agama sang penting dalam menjaga moral manusia, yang pada akhirnya juga turut memperkokoh kekuatan moral bangsa. "Bangsa Indonesia memiliki ras dan budaya yang berbeda-beda. Perbedaan itu  dengan (kekuatan) moral yang bagus akan menciptakan persatuan," ujarnya. 

Advertisement

Ia menambahkan, di peringatan Waisak tahun ini, diharapkan semua mahkluk dan manusia bisa merasakan kebahagiaan. 

Sementara itu, usai puncak Puja Bhakti, umat Budha di Vihara Jayasaccako turut membagikan buah dan jajanan yang sebelumnya telah diberkati oleh percikan Tirta Paritta kepada sesama umat dan juga masyarakat. 

"Setelah puja, buah persembahan yang mendapat berkah dibagikan," ujar  Among Bhiku Vihara Jayasaccako Yudi Chandra. 

Sebelumnya sebagai persiapan Waisak,  Pengurus Vihara Jayasaccako telah membersihkan bagian-bagian dari vihara seperti ruang doa, rupang (patung), altar serta menata pelita atau tempat lilin doa. 

Di Vihara Jayasaccako terdapat tiga rupang yang terdiri dari satu rupang besar yakni rupang Sidharta Gautama (Budha), yang berada di tengah altar. Sedangkan dua rupang yang berukuran lebih kecil mengapit rupang Sidharta Gautama yakni rupang Moggallana dan Sariputta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yobby Lonard Antama Putra
PenulisYobby Lonard Antama PutraPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia