Guru Ngaji di Tuban Dorong Gus Imin Maju Capres 2024

TIMESINDONESIA, TUBAN – Guru mengaji di Tuban mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk maju dalam bursa calon presiden 2024.
Sebagai bentuk dukungan, mereka mendeklarasikan diri serta berikrar menjadi relawan pendarat Abdul Muhaimin Iskandar (Pendarat Gus Imin), Senin (5/6/2023)
Advertisement
Para guru ini menilai Muhaimin telah memberikan bukti dan kontribusi yang luar biasa bagi warga Nahdliyin, baik NU secara struktul, kultural dan umumnya pada dunia pondok pesantren di Indonesia.
“UU No. 18 Th. 2019 Tentang Pesantren, penetapan keputusan Presiden (Keppres) RI No.22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional sebagai hari besar nasional adalah salah satu bukti perjuangan PBNU dan para kader-kader NU yang ada di FPKB,” kata Ach. Rosyadi, S.Pd.i salah satu Ustadz dari Desa Maindu Kecamatan Montong Tuban.
Deklarasi Pendarat Gus Imin yang dihadiri sekitar 100 lebih guru ngaji ini juga berharap, setelah UU tentang pesantren berhasil diperjuangkan oleh kader-kader NU yang ada di FPKB, serta Hari Santri Nasional, selanjutnya juga berharap bisa memperjuangkan kesejahteraan para guru ngaji/guru non formal.
“Selanjutnya bisa memperjuangkan hak kami para pimpinan serta guru-guru pesantren diberi insentif setiap bulan, dan kami yakin hanya wakil-wakil rakyat yang faham dengan kalangan santri khsusnya warga nahdliyin yang bisa memperjuangkan kami,” jelas Ach. Rosyadi.
Ditempat terpisah, Ratna Juwita Sari, anggota Komisi VII DPR RI dari FKB berterimakasih atas dukungan dari para kiai, ustad guru ngaji yang ada di Bumi Wali Tuban pada Gus Imin sebagai Calon Presiden (Capres) pada pemilihan Presiden tahun 2024.
“Terima kasih atas dukungan dari para kiai dan ustad gurun gaji di Kabupaten Tuban, kami juga adalah santri, tentunya kami juga sangat faham dunia pesantren, oleh karena itu kami dari FPKB bersama Ketum Gus Imin akan terus berjuang supaya para pimpinan dan para guru-guru pesantren diberikan insentif sebagai bukti kehadiran negara untuk para pahlawan pendidikan kita,” kata Ratna Juwita.
Ratna mengatalan, akan memperjungkan dan menekan pemerintah memberikan insentif sebagai kewajiban pada guru ngaji. Karena itu ia berharap kepada masyarakat supaya diberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Caleg PKB di Pileg 2024 untuk terpilih kembali mengusung tugas ini.
“Pesantren sudah melakukan kewajibannya, mencerdaskan anak bangsa, sama seperti sekolah lainnya, kami optimis dapat terealisasi, sebab undang-undang memaksa negara untuk memberikan hak-haknya,” tegas anggota Komisi VII DPR RI dari FKB ini.
Selanjutnya pekerjaan rumah dan garapan FPKB adalah mengenai dana abadi pesantren, FPKB juga terus berjuang agar ada satker tertentu untuk menangani sehingga bisa dimanfaatkan, mulai dari peningkatan kapasitas guru memberikan kesarjanaannya lebih tinggi dan melanjutkan pendidikan santri, baik di dalam dan luar negeri.
Perjuangan berikutnya adalah bagaimana UU No. 18 Th. 2019 Tentang Pesantren saat ini bisa berjalan di daerah, yakni Perda tentang Pesantren, agar pemerintah daerah mengalokasikan APBD untuk pesantren.
“Dan itu tergantung dari kesadaran dari pimpinan daerah, oleh karenaya perjuangan berikutnya akan mengusul pada pemerintah dengan membuat suatu kewajiban untuk membuat Perda Pesantren di setiap daerah,” pungkas Juwita. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |