K3 Dijadikan Sebagai Budaya Kerja, PT KMI Raih Penghargaan Zero Accident

TIMESINDONESIA, BALIKPAPAN – PT Kaltim Methanol Industri menerima penghargaan sebagai perusahaan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Penghargaan yang diberikan dalam acara Malam Anugerah Penghargaan K3 Nasional Pemprov Kaltim ini diserahkan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi di Hotel Novotel Balikpapan kepada PT Kaltim methanol Industri, yang diwakili oleh IHSE Dept Manager, Dwipa Fattamonas pada Sabtu (10/06/2023).
Advertisement
Kepada media, Dwipa Fattamonas mengungkapkan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemprov Kaltim untuk kali ke-16 berturut-turut diberikan kepercayaan melalui penghargaan pengelolaan K3 atas kategori zero accident di PT KMI.
"Reward ini kita sambut dengan gembira atas upaya yang sungguh-sungguh dan melalui kerja keras dari seluruh karyawan dan dukungan manajemen sehingga bisa tercapai nihil accident," ujarnya.
PT Kaltim Methanol Industri, yang diwakili oleh IHSE Dept Manager, Dwipa Fattamonas menerima penghargaan K3 (Foto: Gatot For TIMES Indonesia)
Melalui apresiasi ini, Dwipa menegaskan komitmen PT Kaltim Methanol Industri untuk terus konsisten dalam menjalankan prinsip K3 di lingkungan kerja PT KMI. Apresiasi ini diyakini akan lebih memacu peningkatkan kinerja K3 di perusahaan produsen Methanol satu-satunya di Indonesia tersebut.
"Kita tentu berharap apresiasi yang telah diberikan Pemerintah, baik itu lokal, propinsi maupun nasional akan semakin memotivasi karyawan dan perusahaan dalam mengembangkan budaya K3 di tempat kerja," tambahnya.
Pria yang hobi membaca dan traveling ini membeberkan bahwa capaian penghargaan K3 bagi perusahaan yang berdiri pada tahun 1991 itu berkat kedisiplinan dalam menjaga konsistensi K3 sebagai sebuah budaya dalam lingkungan kerja.
Sehingga seluruh karyawan menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian dari keutamaan dalam aktifitas keseharian baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Terciptanya K3 sebagai budaya kerja itu, tentunya tidak lepas dari adanya dukungan kuat manajemen PT KMI.
"Kami upayakan K3 ini sebagai sebuah culture dalam bekerja. Karena dengan menjadikan K3 ini sebagai budaya kerja serta adanya dukungan manajemen dan Karyawan, hal ini yang menjadi modal PT KMI dalam mempertahankan nihil kecelakaan kerja," bebernya.
Pada prakteknya, secara berkala pihaknya rutin melakukan upaya edukasi dan penyegaran kepada karyawan yang berjumlah sekitar 290 orang serta rekanan dan pihak ketiga, terkait isu-isu K3. Bahasan dan evaluasi pun dilakukan dalam rapat harian, rapat review bulanan P2K3, rapat Tinjauan Manajemen, media safety talk, safety induction hingga penyuluhan-penyuluhan, baik itu berupa Poster, safety video dan safety paging.
"Semua itu untuk me-refresh dan memberikan mereka hal-hal yang update terkait K3," tutup Dwipa
Dwipa Fattamonas Bersama Wakil Gubernur Kaltim dan Perusahaan penerima penghargaan (Foto :Gatot For TIMES Indonesia)
Sementara Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan penghargaan yang diberikan bertepatan dengan momen Bulan K3 nasional ini merupakan apresiasi Pemprov Kaltim kepada perusahaan yang konsisten dan berhasil menjalankan keselamatan kerja di lingkungan kerjanya masing-masing.
Hadi kemudian berharap hal ini dapat terus dipertahankan untuk menumbuhkan ekosistem kerja yang sehat dan tentunya memperhatikan keselamatan baik lingkungan maupun pekerjanya.
"Kepada perusahaan dan penggiat peraih penghargaan semoga dapat berperan aktif, dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja agar hidupnya lebih sejahtera," ujar Hadi Mulyadi.
Penghargaan K3 tersebut dibagi menjadi 3 kategori, yakni kategori Zero Accident, Penanganan covid 19 dan Penghargaan HIV/AIDS.
Sebanyak 235 perusahaan meraih penghargaan kategori Zero Accident, 92 perusahaan meraih kategori P2 HIV AIDS dan 148 perusahaan mendapatkan kategori P2 Covid-19. Sementara PT KMI mendapatkan kategori Zero Accident dan Kategori P2 Covid-19.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Irfan Anshori |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |