Tanggapan Wali Kota Pasca Sweeping Buntut Tewasnya Mahasiswa di Malang
Tewasnya satu mahasiswa Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian publik. ...

MALANG – Tewasnya satu mahasiswa Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian publik. Terlebih, buntut tewasnya mahasiswa tersebut, terjadi aksi sweeping dari sejumlah kelompok tak dikenal hingga mengganggu jalanan di wilayah Tlogomas, Kota Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji turut merespons aksi tersebut dan peristiwa yang merenggut nyawa satu orang itu. Menurut Sutiaji, peristiwa itu tak bisa ditolerir setelah mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat Kota Malang.
Apalagi, aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang itu bukan berasal dari warga asli Malang.
"Jangan sampai anda melakukan kegiatan yang kontraproduktif. Saya sampaikan, ini negara kita jangan ada kekacauan," ujar Sutiaji, Senin (26/6/2023).
Ia menyayangkan aksi-aksi tersebut. Terlebih, selama ini warganya juga telah aman dan bijak. Sehingga, ketika ada warga lain yang melanggar norma, membuat penduduk sekitar pun merasa resah.
"Sekali lagi mohon maaf. Ketika melanggar norma, itu kan tidak baik," katanya.
Ia juga merespon soal penyebab terjadinya pembunuhan tersebut hingga aksi sweeping yang dilakukan. Penyebabnya, yakni bermula dari pesta minuman keras (miras) untuk merayakan kelulusan temannya.
"Mungkin mabuk-mabukan, itu domain (hak) mereka, tapi jangan sampai mengganggu orang lain. Ketika mengganggu, itu sudah lain cerita dan beda urusan," ungkapnya.
Ia juga memberikan pesan bahwa bangsa Indonesia ini memiliki banyak budaya dan kebiasaan yang memang cukup beragam.
Oleh sebab itu, masyarakat yang datang dari luar daerah ke daerah lain harus bisa menghormati dan menjaga kebiasaan di daerah yang ia tuju.
"Kalau disini (Malang) tidak baik, ya jangan dilakukan. Mereka itu anak bangsa yang perlu kita ingatkan," tegasnya.
Disisi lain, Sutiaji juga mengapresiasi tindakan dari aparat gabungan yang sudah meredam aksi sweeping tersebut. Kemudian, dari pihak RT dan RW juga sudah mampu meredam masyarakat sekitar dan mengingatkan agar tidak ada aksi sweeping lanjutan.
"Masyarakat sudah mendukung penuh dan membantu agar kemarin yang melakukan kejahatan bisa tertangkap. Kalau mereka kos disitu, warga siap lapor juga," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu mahasiswa Unitri asal NTT bernama Keisnael Murri ditemukan warga tewas di kafe belakang UMM, Minggu (25/6/2023) dini hari lalu.
Penyebabnya, mahasiswa tersebut tewas setelah bentrokan dan pesta miras merayakan kelulusan salah satu temannya di kafe belakang UMM.
Akibat peristiwa tersebut, ada sejumlah kelompok tak dikenal diduga ingin balas dendam dan mencari pelaku pembunuhan.
Mereka melakukan sweeping di wilayah sekitaran kafe di Dau, Kabupaten Malang dan di wilayah Tlogomas, Kota Malang.
Alhasil, warga sekitar pun resah dan ketakutan, karena beberapa orang membawa senjata tajam saat melakukan sweeping.
Setelah itu, pihak kepolisian turun untuk membubarkan massa dan sekitar 150 orang pun diangkut menggunakan truk dari Polresta Malang Kota. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


