Ngamuk, Sapi Kurban di Pacitan Kabur Sebelum Disembelih
Seekor sapi di Ponpes Nahdlatussubban Desa Arjowinangun, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jawa Timur kabur sebelum disembelih untuk kurban Idul Adha ...

PACITAN – Seekor sapi di Ponpes Nahdlatussubban Desa Arjowinangun, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jawa Timur kabur sebelum disembelih untuk kurban Idul Adha 10 Dzulhijjah 1444 Hijriah besok.
Kaburnya sapi limosin berwarna coklat itu membuat heboh warga setempat. Terlebih sapi susah dikendalikan hingga masuk ke dalam Masjid Nurul Hidayah Kauman. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi.
Panitia Kurban Ponpes Nahdlatus Suban Zainal Abidin (25) mengungkapkan, bermula saat sapi diturunkan dari truk justru kabur sehingga cukup merepotkan. Beruntung sapi besar tersebut tidak sampai ke jalan raya.
"Baru turun sapi sudah mau kabur saja. Soalnya gerak-gerak terus berontak sampai yang pegang tali kewalahan," katanya, Rabu (28/6/2023).
Seketika itu, Zainal dan beberapa panitia lainnya berupaya menenangkan sapi kurban yang baru tiba dari pembelian di area masjid pesantren dan akhirnya dicancang. Ia pun menduga bahwa hewan kurban tersebut stres sejak di perjalanan ditambah banyaknya warga yang menonton.
"Sampai masuk masjid dekat bedug terus dipegangin. Untung yang mengamuk hanya satu, dua orang saja tidak kuat memegang apalagi ngamuk semua bisa heboh," ujarnya.
Upaya panitia dalam menenangkan sapi yang sempat mengamuk tersebut butuh waktu selama 30 menit dan akhirnya berhasil kemudian ditali dengan kuat pada pohon kelapa.
Diketahui sapi kurban yang bikin heboh warga itu milik bersama alias patungan tujuh orang. "Alhamdulillah aman tak sampai ada warga yang diamuk sapi itu," jelas Zainal.
Sementara itu, salah seorang pengurus Ponpes Nahdlatussubban Pacitan Aris Hidayat menjelaskan, selama Idul Adha sebanyak empat ekor sapi dan puluhan kambing bakalan disembelih lalu dagingnya dibagikan kepada warga sekitar.
Guna memperlancar jalannya kurban, panitia bakal mendatangkan tim jagal khusus dari luar desa.
"Alhamdulillah, kurban Idul Adha 2023 ini cukup banyak, dagingnya bakalan melimpah. Mulai besok warga berbondong-bondong datang mengambil jatah," pungkasnya.
Sebagai informasi, sapi merupakan salah satu hewan yang diabadikan dalam Alquran Surah Albaqarah. Para ulama sepakat jika umat Islam berkurban menggunakan sapi hukumnya sah sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al Sya'rawi Juz 1 Halaman 6140.
الأنعام : يُراد بها الإبل والبقر، وألحق بالبقر الجاموس ولم يُذكَر لأنه لم يكُنْ موجوداً بالبيئة العربية، والغنم، وتشمل الضأن والماعز
"Hewan ternak yang dimaksud diantaranya unta dan sapi. Sedangkan kerbau juga masih bisa untuk kurban meskipun tidak ada di wilayah Arab… ," demikian arti kutipan kitab di atas.
Bagaimana Hukum Kurban Patungan?
Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pacitan (LBM PCNU Pacitan) Gus Farkhi Asna menjelaskan,
اتفق الفقهاء على أن الشاة والمعز لا تجوز أضحيتهما إلا عن واحد، وتجزئ البدنة أو البقرة عن سبعة أشخاص، لحديث جابر: (نحرنا مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم بالحديبية: البدنة عن سبعة والبقرة عن سبعة).
Para ahli fiqih sepakat bahwa domba dan kambing tidak boleh dikurbankan kecuali untuk satu orang, dan seekor unta atau sapi cukup untuk tujuh orang. Hal ini didasari hadits Jabir: "Kami menyembelih kurban bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyah, bahwa seekor unta bisa untuk atas nama tujuh, dan seekor sapi juga atas nama tujuh orang."
"Ya, kalau satu kambing hanya untuk satu orang. Beda dengan sapi, kan bisa untuk 7 orang. Nah, jika iurannya itu lebih dari jumlah yang ditetapkan, maka jadinya sedekah," pungkas Gus Farkhi Asna.
Peristiwa sapi kurban mengamuk sebelum disembelih saat Idul Adha 1444 Hijriyah di Ponpes Nahdlatussubban Arjowinangun Pacitan di atas menambah khazanah pengetahuan umat Islam untuk lebih serius dalam beribadah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


