Advertisement
Peristiwa Daerah

Tak Pakai APBD, Festival Rawat Jagat Pacitan Diharapkan Pacu Ekonomi

Festival Rawat Jagat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang puncaknya pada hari Sabtu (29/7/2023) mendatang, diharapkan menjadi tumbuhnya geliat ekonomi ... ...

TIMES Indonesia,
Tak Pakai APBD, Festival Rawat Jagat Pacitan Diharapkan Pacu Ekonomi
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (pakaian serba putih) saat acara festival tahun 2022 lalu (Foto: dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Tidak memakai dana APBD Festival Rawat Jagat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang puncaknya pada hari Sabtu (29/7/2023) mendatang, diharapkan menjadi tumbuhnya geliat ekonomi dan ajang festivalnya masyarakat.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Konsorsium Kagen Pacitan Abdilah Yusuf, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia. Sebab, kata dia menyatakan Rawat Jagat bakal dihadiri ribuan masyarakat Pacitan hingga luar daerah bahkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Advertisement

"Untuk tahun ini kami tidak memakai APBD Pacitan, murni dari seponsor dan relasi. Tentu dengan adanya Rawat Jagat yang mengusung tema lingkungan akan memberikan dampak positif daei berbagai sisi termasuk perputaran ekonomi masyarakat dan menambah PAD Pacitan," katanya, Rabu (26/7/2023).

Festival-Rawat-Jagat4d7d9f635fd5fdb6.jpg
Suasana saat pentas swni kebudayaan diacara festival tahun 2022 lalu (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Sebab, para wisatawan bakal berdatangan ke Pacitan yang biasanya hanya menikmati keindahan alam sebentar, bisa lebih lama untuk menyaksikan festival tersebut. Sehingga sektor pengusaha lainnya dapat merasakan manfaatnya, misalnya hotel alias penginapan.

"Selain ekonomi juga wisatawan banyak yang ke Pacitan, sehingga ada waktu yang lama dan secara keuntungan menambah PAD Kabupaten Pacitan," imbuhnya.

Selain itu Abdillah Yusuf menegaskan festival Rawat Jagat tahun 2023 murni peristiwa kebudayaan tidak ada unsur mistik maupun istilah jawanya klenik, sehingga betul-betul sebagai upaya mengenalkan Kabupaten Pacitan melewati kebudayaan tingkat nasional.

Advertisement

"Kegiatan Rawat Jagat ini merupakan peristiwa kebudayaan sama sekali tidak ada unsur mistik maupun klenik. Jadi semua itu natural untuk kebudayaan, kenapa diselenggarakan? jadi kalau berhadap-hadapan dengan daerah lain Wonosari, Gunung Kidul, Wonogiri, Yogyakarta, Ponorogo Madiun kita itu kalah dengan banyak hal," ucapnya.

Artinya lanjut dia menambahkan segi Infrastruktur, akses kecepatan informasi juga kalah maupun sektor lainnya karena posisi Pacitan tidak setrategis. Namun, kota berjuluk 1001 Gua ini mempunyai yang namanya Seni Budaya, Pariwisata dan potensi lainnya.

Tentu SDM kita yang bisa dibanggakan dan beberapa sektor lainnya, Kalau sudah kalah begitu lalu apa yang harus kita lakukan membuat apa?

"Memancing atensi masyarakat supaya kita dilirik.Nah waktu itu kami bicarakan dengan Bupati Pacitan menyetujuinya, dengan mengadakan event yang memberikan dampak baik untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Pacitan," terangnya.

Menurutnya, pembangunan itu tidak melulu melewati infrastruktur, pendidikan. Namun melewati kebudayaan pun bisa. "Jadi, saya pingin menyampaikan bahwa pembangunan melewati kebudayaan itu tidak kalah menariknya," kata Abdillah Yusuf. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rojihan
PenulisRojihanSarjana Managemen Pendidikan Islam di STAI NU Pacitan (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya, wisata, pemerintahan, pendidikan dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia