Peristiwa Daerah

Upaya STKIP PGRI Pacitan Tetap Eksis di Dunia Digital

Selasa, 01 Agustus 2023 - 16:57 | 69.66k
Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi saat mengemukakan upaya peningkatan mutu pendidikan di kampus yang ia pimpin saat ini. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi saat mengemukakan upaya peningkatan mutu pendidikan di kampus yang ia pimpin saat ini. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITANSTKIP PGRI Pacitan kian dikenal dunia digital. Baru saja kampus pencetak para pendidik itu naik peringkat di tingkat nasional tahun 2023. 

Terbaru, kampus pendidik itu meraih 6 peringkat sekaligus, yakni 496 tingkat PTS dan PTN se-Indonesia,  57 tingkat sekolah tinggi se-Indonesia, 48 tingkat sekolah tinggi swasta se-Indonesia, 11 perguruan tinggi PGRI se-Indonesia, 6 tingkat STKIP se-Indonesia dan 2 tingkat STKIP PGRI se-Indonesia.

Advertisement

Peringkat tersebut dikeluarkan oleh Webometrics pada bulan Juli 2023.

STKIP-PGRI-Pacitan.jpg

Menurut Ketua STKIP PGRI Pacitan, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya bersama dalam menjaga mutu dan kualitas Tridharma pendidikan terutama pada prestasi dengan berpedoman pada Tridharma.

"Memang kami terus berupaya untuk meningkatkan mutu kualitas Tridharma pendidikan utamanya di bidang indeks prestasi ataupun Indeks Kinerja Utama (IKU) melalui berbagai hal bersama para dosen,  karyawan dan mahasiswa," kata Mukodi, Selasa (1/8/2023).

Di samping itu, STKIP PGRI Pacitan senantiasa meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan kinerja dan publikasi pencapaian secara berkesinambungan. Sebagai outputnya, seluruh dosen dan ketua program studi diwajibkan mempublikasikan jurnal ilmiah dan buku yang bisa di export ke khalayak umum.

STKIP-PGRI-Pacitan-2.jpg

"Setiap satu semester, dosen wajib menulis satu karya ilmiah tentang penelitian berupa pengabdian kepada masyarakat. Mereka kami berikan dorongan dan arahan agar senantiasa meningkatkan kualitas maupun mutu," terang Mukodi.

Terbukti, jurnal penelitian pendidikan STKIP PGRI Pacitan sudah terindeks Sinta 4 yang skalanya diperhitungkan tingkat nasional. Tak hanya itu, sebanyak 11 jurnal serupa yang ada bakal di upgrade akreditasinya menjadi lebih tinggi. 

"kita berupaya sekuat tenaga agar jurnal ilmiah yang dipublikasikan para dosen dan mahasiswa bisa saling mensitasi sehingga meningkatkan H indeks para dosen dan alhamdulillah, dari tahun ke tahun semakin naik," ujar Mukodi. 

Selain itu, kampus yang tetap eksis di tengah persaingan ketat itu juga tengah menyiapkan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas. 

"Al muhafadhotu alal Qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Intinya kami terus menggali inovasi menuju universitas yang lebih baik," jelas Mukodi.

Mengutip tulisan Founder Lembaga Kursus dan Pelatihan Artikel Bibliometrik yang juga dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Suhartono S.Si M.Kom. Bahwa pengukuran kinerja perguruan tinggi dengan menggunakan metode Webometric telah menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini. 

Menurutnya, Peringkat Webometric adalah hasil dari pengukuran berbagai parameter yang berkaitan dengan visibilitas dan kinerja perguruan tinggi di dunia maya, terutama yang terkait dengan situs web dan tautan balik (backlink).

Peringkat Webometrics dapat menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan dalam memilih perguruan tinggi. Namun, peringkat Webometrics tidak boleh menjadi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan. 

Selain peringkat Webometrics, terdapat faktor lain, seperti akreditasi program studi, reputasi perguruan tinggi, fasilitas, biaya, dan lokasi yang juga perlu untuk dipertimbangkan.

"Sebuah penelitian terdahulu menjelaskan bahwa citra dan aksesibilitas website merupakan faktor yang dapat meningkatkan peringkat Webometrics," tulisnya.

"Oleh karena itu, perguruan tinggi yang memiliki website yang baik dan mudah diakses dapat memiliki peringkat Webometrics yang lebih tinggi," imbuh Suhartono.

Selain itu, Peringkat Webometrics dapat memberikan indikasi tentang visibilitas dan kinerja situs web perguruan tinggi, faktor-faktor lain seperti kualitas pengajaran, penelitian, fasilitas, reputasi, dan akreditasi program studi juga penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi.

Pun, konsistensi untuk melakukan penambahan jumlah inlink dan eksternal link dapat dilakukan dengan membuat blog untuk dosen, staf, dan mahasiswa dengan subdomain website perguruan tinggi dan menambahkan halaman berbahasa Inggris. Kekayaan isi web dapat dilakukan dengan mengunggah portfolio, materi ajar, dan perangkat mengajar. Seperti yang diterapkan STKIP PGRI Pacitan saat ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES