Advertisement
Peristiwa Daerah

Gunakan Elektrifikasi Listrik, Petani Bawang Merah Tekan Biaya Hingga 70 Persen

Petani Bawang Merah di wilayah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, mengembangkan inovasi pengairan lahan bawang merah menggunakan elektrifikasi listrik ... ...

TIMES Indonesia,
Gunakan Elektrifikasi Listrik, Petani Bawang Merah Tekan Biaya Hingga 70 Persen
Lahan bawang merah di Parangtritis Kretek Bantul yang menggunakan inovasi elektrifikasi listrik. (Foto: Edis/TIMES Indonesia)
A-AA+

YOGYAKARTA Petani bawang merah di wilayah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, mengembangkan inovasi pengairan lahan bawang merah menggunakan elektrifikasi listrik. Inovasi ini disebut sangat murah dan ramah lingkungan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan ada kurang lebih 200 hektar lahan bawang merah dalam satu hamparan di Parangtritis yang sistem pengairannya menggunakan elektrifikasi listrik. Ia menyebut kurang lebih ada 821 titik pemasangan listrik.

Advertisement

"Di sana itu menggunakan elektrifikasi listrik untuk pengairan jadi bukan pakai disel BBM tapi pakai listrik, ada 821 titik pemasangan listrik di dalam satu hamparan lahan bawang merah," ujar Joko kepada TIMES Indonesia, Selasa (1/8/2023).

Elektrifikasi listrik ini sangat ramah lingkungan, bila dibandingkan dengan memakai mesin diesel bertenaga BBM. Selain itu inovasi ini juga dapat menghemat pembiayaan hingga 70 persen.

"Ini sangat ramah lingkungan karena tidak pakai oli atau BBM. Kan kalau pakai oli bisa tercecer, pakai bahan bakar bisa tercecer, ini kan berpengaruh ke tanaman bawang merah. Dan ini juga dapat menghemat dana hingga 70 persen, seandainya Rp100 rupiah dengan BBM, dengan listrik hanya habis Rp30," tandasnya.

Inovasi ini sejatinya sudah dikembangkan sejak 2021. Tapi belum banyak para petani bawang merah yang memanfaatkan inovasi ini. Namun karena telah mengetahuinya manfaatnya, para petani bawang merah telah mulai banyak yang beralih memakai elektrifikasi listrik untuk pengairan tanaman holtikultura ini.

Joko menyebutkan saat ini tercatat ada kurang lebih 2.000 titik petani bawang merah di Bantul, yang memakai inovasi elektrifikasi listrik untuk mengairi tanaman bawang merah.

Advertisement

"Ini kita kembangkan, kita  rintis sejak 2021 tapi kan petani baru sekarang ini, karena merubah pola pikir petani butuh waktu. Nah sekarang sudah banyak yang menggunakan, di Bantul ada 2000 titik pemasangan," paparnya.

Joko menambahkan panen raya bawang merah di lahan Parangtritis ini akan dilakukan pada akhir Agustus 2023. Panen raya perdana bawang merah ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

E
PenulisEdy Setyawan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia