Pemerintah Kota Probolinggo Siapkan Rp 2 Miliar untuk Mempercantik Ikon Kota

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo berencana merenovasi sejumlah ikon di kota ini. Renovasi ini dijadwalkan akan dilaksanakan tahun ini dengan menggunakan anggaran dari P-APBD 2023 sebesar Rp 2 miliar. Langkah ini diambil untuk mempercantik penampilan Kota Probolinggo.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari renovasi ini adalah untuk memperindah penampilan kota. Beberapa ikon di kota ini belum pernah direnovasi selama beberapa tahun.
Advertisement
Ia menyampaikan, total ada lima lokasi ikon yang akan mengalami renovasi dengan anggaran total Rp 2.095.500.000. Tempat-tempat tersebut termasuk Menara Air di persimpangan Randu Pangger, Tugu Kota Probolinggo di pertigaan rumah makan Sumber Hidup, Monumen Kemerdekaan di alun-alun kota, Tugu Loji di pertigaan Jalan Pahlawan, serta pembuatan ikon baru di simpang empat King, Jalan Panglima Sudirman.
"Proses pengerjaannya akan dimulai setelah APBD Perubahan 2023 disetujui," ujar Rini, Senin (21/5/2023).
Mekanisme pelaksanaan renovasi nantinya akan menggunakan e-katalog dengan target penyelesaian pada akhir tahun. Terkait dengan desain dan model ikon yang akan dibangun, masih dalam tahap persiapan.
"Intinya ada kombinasi lokal, nasional, atau internasional yang dapat memperindah penampilan Kota Probolinggo," tambahnya.
Namun, ada juga yang kurang setuju dengan rencana perubahan ini. Fernanda Zulkarnain, misalnya, ia berpendapat bahwa perlu ada tinjau ulang. Ia menganggap ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, termasuk dampak naiknya tagihan listrik.
Ia juga mempertibangkan desain ikon yang baru. Informasinya menyebutkan bahwa desain baru ini akan mengambil inspirasi dari tugu Monas di Jakarta. Menurutnya, hal ini dapat mengaburkan identitas daerah setempat.
"Saya kurang setuju dengan perubahan desain ikon, misalnya seperti tugu Monas. Ini justru akan menghapus identitas kita. Mengapa tidak menggunakan konsep lokal seperti jaran bodak dan lain-lain?" tambah Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo.
Ketidaksetujuan Fernanda, ini juga muncul ketika perubahan terjadi pada Simpang Empat Ketapang. Ikon yang sebelumnya menggambarkan mangga dan anggur diganti dengan desain lampu yang menurutnya tidak jelas.
"Lebih baik digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti pavingisasi atau perbaikan gorong-gorong," pungkasnya terkait ikon Kota Probolinggo, yang akan dipercantik itu. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Muhammad Iqbal |
Publisher | : Sholihin Nur |