Advertisement
Peristiwa Daerah

Melihat Sentra Kerajinan Keranjang Bambu di Desa Panjunan Gresik

Kerajinan keranjang bambu yang biasanya dipakai untuk mengangkut hasil ikan ternyata diproduksi di Desa Panjunan Kecamatan Duduksampyan Kabupaten Gresik. ...

TIMES Indonesia,
Melihat Sentra Kerajinan Keranjang Bambu di Desa Panjunan Gresik
Kerajinan keranjang bambu 'dobong' di Desa Panjunan Kabupaten Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).
A-AA+

GRESIK Kerajinan keranjang bambu yang biasanya dipakai untuk mengangkut hasil ikan ternyata diproduksi di Desa Panjunan Kecamatan Duduksampyan Kabupaten Gresik.

Sentra industri ‘Dobong’ keranjang bambu ini sudah ditekuni warga setempat puluhan tahun silam. Dobong itu dibuat untuk menyuplai kebutuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jatim.

Advertisement

Setiap hari ribuan dobong dihasilkan dari warga Desa Panjunan, meski mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, namun hampir 70% warga membuat dobong (keranjang) untuk sampingan. 

"Sejak kecil sudah buat kerajinan ini," kata Asri, salah seorang perajin dobong di Desa Panjunan Duduksampyan, Selasa (22/8/2023).

Perempuan 59 tahun ini menyampaikan, untuk membuat kerajinan ini cukup mudah. Awalnya bahan bambu utuh berukuran panjang 6,5 meter dengan diameter 8-10 cm dibelah menjadi 7-8 bagian dengan lebar 2-3 cm.

"Untuk kemudian dibelah lagi tipis-tipis dengan tebal 1-1,5mm atau biasanya satu bagian di belah lagi menjadi 5 bagian tipis," ujarnya.

Kemudian, Asri berkata, bambu sepanjang 6,5 meter dipotong sepanjang 180cm untuk alas, sisanya digunaka  anyaman dinding. Setelah bambu tipis, kemudian dirangkai dengan cetakan yang bernama ‘JABEL’ berdiameter lebar atas 50 cm diameter bawah 40 cm dan tinggi 45 cm.

Advertisement

Dengan dibantu cetakan (Jabel), kemudian dirajut. Lembaran bambu tipis tersebut dirangkau sedemikian rupa hingga menjadi keranjang dobong ikan.

"Kalau sudah terbiasa, jadi mudah, tapi kalau belum pernah buat ya sulit, semua karena kabiasaan," ungkapnya.

Untuk pasokan bahan baku, warga tak perlu khawatir lagi. Di Desa Panjunan ada beberapa pengepul yang menyediakan bambu, maupun membeli hasil karya perajin.

"Kemudian, disalurkan ke beberapa daerah di jawa timur dan kota-kota besar lainnya sesuai permintaan," ujar perajin lain.

Sementara Kepala Desa Panjunan, Nursilah, merasa bersyukur karena warganya memiliki keahlihan dalam membuat ‘dobong’ keranjang ikan. Hal ini, membuat warganya mandiri.

"Warga desa disini sangat produktif dengan adanya kerajinan tangan atau keahlian dalam membuat keranjang," terangnya.

Nursilah berharap ketersediaan bahan baku tetap lancar, sehingga warga bisa tetap bekerja membuat dobong keranjang ikan. Karena jika bahan baku terlambat datangnya maka mereka tidak bisa bekerja. 

“Semoga bahan baku tetap tersedia meskipun kita tahu keberadaan pohon bambu semakin berkurang. Untuk saat ini bahan baku disuplay dari Madura, Tuban dan Lamongan masih cukup," imbuhnya. 

Produk jadi ‘dobong’ keranjang ikan tersebut dikirim untuk memenuhi permintaan ke beberapa kota di Jawa Timur seperti Pasar Ikan Lamongan, TPI Brondong Lamongan, TPI Weru Lamongan, TPI Campurejo, TPI Lumpur Gresik, Pasar Pabean Cantikan Surabaya dan beberapa kota seperti Pasuruan dan Probolinggo. 

Keranjang bambu Dobong ikan tersebut dijual ke pengepul dengan harga kisaran 370 ribu hingga 400 ribu per bandel. Satu bendel isi 20 biji dobong keranjang ikan. (*).

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia