Advertisement
Peristiwa Daerah

Bangunan Nyaris Ambruk, Pedagang Pasar Arjowinangun Pacitan Mengeluh

Keadaan bangunan Pasar Arjowinangun di Kabupaten Pacitan semakin memprihatinkan. ... ...

TIMES Indonesia,
Bangunan Nyaris Ambruk, Pedagang Pasar Arjowinangun Pacitan Mengeluh
Kondisi bangunan Pasar Arjowinangun, Pacitan yang nyaris ambruk. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Keadaan bangunan Pasar Arjowinangun di Kabupaten Pacitan semakin memprihatinkan. Pedagang dan pengunjung pasar tersebut mulai merasa khawatir akan keselamatan mereka akibat rusaknya bangunan semi permanen berukuran 4x8 meter tersebut. 

Pedagang sayuran asal Kecamatan Kebonagung, Hari (32) mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kondisi pasar yang semakin memburuk. 

Advertisement

"Ini sudah sekitar setahun, tiangnya mau ambruk," katanya, Rabu (23/8/2023). 

Hari mengaku, ia kerap diminta oleh petugas untuk mengirimkan foto-foto kondisi bangunan yang rusak. Namun, hingga saat ini, tidak ada tindakan konkret yang diambil oleh pihak berwenang.

"Sudah sering kami lapor ke mandor pasar. Katanya mau segera direnovasi. Sampai sekarang masih nihil," ujarnya. 

Senada diungkapkan seorang pedagang yang berasal dari Kecamatan Arjosari, Karminah (45). Ia tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. 

Pasar-Arjowinangun-2.jpg
Kondisi atap seng bangunan Pasar Arjowinangun, Pacitan yang menganga. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Kondisi bangunan pasar semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Atap seng yang mulai mengelupas, tiang kayu yang lapuk, serta kemiringan bangunan yang hampir ambruk, semakin menambah risiko bagi para pedagang dan pengunjung. 

Bahkan, talang air yang rusak juga semakin memperparah situasi. Saat musim hujan tiba, khawatir bahwa bangunan tersebut dapat roboh dan menimbulkan bahaya bagi semua yang berada di dalamnya.

"Takut, padahal tiap hari buat jualan. Tapi entahlah, kami tak bisa berbuat apa-apa," ucapnya pasrah. 

Pasar Arjowinangun, yang merupakan bagian dari pengelolaan Pemerintah Kabupaten Pacitan ini buka setiap hari. Paling ramai Wage dan Legi.

Namun, keadaan bangunan yang semakin terancam membuat pedagang dan pengunjung merasa was-was untuk beraktivitas di pasar tersebut. Mereka berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan perbaikan agar keselamatan mereka tetap terjaga.

"Semoga segera ada tindakan, supaya sama-sama aman, tidak was-was. Kalau ambruk jadinya gimana?," sahut pedagang sayuran, Harno (40). 

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Diadagnaker Pacitan belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi pasar yang semakin memburuk tersebut. 

"Sekarang ada Pak Kadis, ke beliau saja. Saya menjelang purna," demikian pesan singkat yang ditulis Kabid Perdagangan Disdagnaker Pacitan, Baskoro Catur. 

Namun, para pedagang dan pengunjung berharap agar langkah-langkah perbaikan dapat segera dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas di Pasar Arjowinangun, Kabupaten Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia