Berkat Kesuksesan Kayutangan Heritage, Warga Malang Berhasil Kembangkan Kue Khas Belanda

TIMESINDONESIA, MALANG – Kayutangan Heritage, yang telah menjadi magnet bagi wisatawan di Malang, tak hanya menjadi tempat wisata yang menarik tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. Salah satu contohnya adalah suksesnya usaha kue khas Belanda, Ontbitjkoek, yang dipelopori oleh Diah Setyaningsih, seorang warga Malang.
Pembelajaran dan Perkembangan Usaha
Diah Setyaningsih memulai usaha kue khas Belanda Ontbitjkoek pada tahun 2019 setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh ibu PKK RW 09. Sebelumnya, Diah dan suaminya, Edy Hermanto, telah memasuki masa pensiun dari pekerjaan masing-masing, yakni sebagai karyawan swasta dan ASN Pemkot Malang.
Advertisement
Sebelum Ontbitjkoek, Diah sempat menjalankan usaha berjualan minuman dan gorengan sebagai sumber penghasilan untuk menghidupi kedua anaknya yang sedang berkuliah. Namun, dengan semangat dan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan, Diah mulai mengembangkan usaha kue Belanda ini.
“Saya belajar tentang packing produk dan branding, serta bagaimana memasarkan produknya.” aktanya pada TIMES Indonesia.
Suksesnya Kayutangan Heritage menjadi berkah bagi usaha Diah. Kunjungan yang ramai dari wisatawan, baik dari dalam maupun luar kampung, memberikan peluang besar untuk memasarkan produknya. Setiap hari, ratusan kue terjual di toko Ontbitjkoek, bahkan terkadang pesanan dari Pemkot Malang mencapai lebih dari 1.000 kue.
Tidak hanya itu, banyak wisatawan yang datang mencoba kue khas Belanda produksi Diah lalu memesannya secara online. Bahkan, pesanan sampai ke Jakarta. Diah menjual kuenya per loyang seharga Rp100 ribu atau satuan seharga Rp5 ribu. Untuk Ontbitjkoek kering, harganya Rp45 ribu per toples.
Diah merasa bersyukur atas upaya Pemerintah Kota Malang, khususnya Wali Kota Sutiaji, yang telah mempercantik Kawasan Kayutangan Heritage dan memberikan pelatihan kepada warga setempat. Ini telah membantu Diah dan keluarganya untuk menjalankan usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Harapan dan Dukungan Wisatawan Kayutangan Heritage
Tidak hanya masyarakat setempat, wisatawan pun memberikan dukungan terhadap perkembangan Kayutangan Heritage. Vita, seorang wisatawan asal Tuban, menyatakan kesukaannya datang ke Kayutangan Heritage karena suasana sejuk Malang dan beragam kuliner enak yang tersedia di sana.
Ia juga mengaku tertarik dengan kue khas Belanda yang dijual oleh Diah. Vita berharap agar Kayutangan Heritage terus berkembang ke depannya. “Kami berharap agar Kawasan Kayutangan Heritage tetap menjadi destinasi wisata yang menarik,” sambungnya.
Kisah sukses Diah Setyaningsih dengan usaha Ontbitjkoek adalah contoh nyata bagaimana suatu tempat wisata seperti Kayutangan Heritage dapat memberikan dampak positif yang besar pada perekonomian dan kehidupan masyarakat setempat. Semangat wirausaha dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang dan wisatawan menjadi faktor kunci kesuksesan ini. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Imadudin Muhammad |
Publisher | : Rochmat Shobirin |