Advertisement
Peristiwa Daerah

Menteri PPPA Buka Suara Soal Guru Cukur Rambut Siswi di Lamongan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati buka suara soal kasus guru cukur rambut belasan siswi di Lamongan gara- ...

TIMES Indonesia,
Menteri PPPA Buka Suara Soal Guru Cukur Rambut Siswi di Lamongan
Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat ditemui awak media di Malang, Minggu (3/9/2023). (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati buka suara soal kasus guru cukur rambut belasan siswi di Lamongan gara-gara tak pakai dalaman hijab atau ciput.

Menurut Bintang, kasus tersebut kini telah diproses oleh Kemendikbudristek. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi untuk kelanjutan penanganan kasus tersebut.

Advertisement

"Sudah dalam proses, karena itu di sekolah intervensi dengan Kemendikbudristek. Kami sudah koordinasi," ujar Bintang saat ditemui awak media di Malang, Minggu (3/9/2023).

Diketahui, kasus tersebut terjadi pada Selasa (23/8/2023) lalu. Sekitar 14 siswi di SMPN 1 Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur harus menerima hukuman dengan cara digunduli oleh seorang guru bahasa inggris di SMPN tersebut.

Hal itu berawal ketika sang guru menertibkan rambut para siswa siswi kelas IX saat jam pulang. Lalu, guru tersebut menemukan sebanyak 14 siswi yang mengenakan jilbab, tapi tidak menggunakan ciput.

Kini, pihak Kementerian PPPA juga masih terus melakukan pendampingan psikolog terhadap belasan murid tersebut.

"Kita sudah melakukan pendampingan psikolog semua murid," katanya.

Advertisement

Kemudian, untuk sanksi sendiri Bintang mengaku menyerahkan seluruhnya kepada Kemendikbudristek yang memiliki kewenangan penuh atas peristiwa tersebut.

Dari informasi yang didapat, kini guru tersebut juga tengah dalam proses sanksi.

"Pelaku juga dalam proses sanksi yang akan diberikan. Kami pantau dan komunikasi," ungkapnya.

Agar peristiwa tersebut tak lagi terjadi, Bintang berkomitmen untuk selalu memberikan pemenuhan perlindungan hak anak.

Ia juga menuturkan bahwa pemenuhan kebutuhan perlindungan hak anak tersebut juga menjadi tanggungjawab seluruh stakeholder.

"Kita sudah komitmen bersama bicara masalah pemenuhan perlindungan hak anak itu adalah tanggungjawab kita bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi semua stakeholder punya peran," kata Menteri PPPA Bintang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia