Bernostalgia di Pasar Krempyeng Kampung Baru Kota Malang
Kampung nuansa tempo dihadirkan kembali di Kota Malang, tepatnya di sepanjang Jalan Banten. Acara ini diselenggarakan oleh warga RW 02 Kelurahan ...

MALANG – Kampung nuansa tempo dihadirkan kembali di Kota Malang, tepatnya di sepanjang Jalan Banten. Acara ini diselenggarakan oleh warga RW 02 Kelurahan Penanggungan Sabtu, (2/9/2023).
Acara ini mengusung tema Kolaborasi dan Sinergi dan merupakan salah satu rangkaian dari puncak perayaan HUT RI yang ke-78. Lika-liku selama puluhan tahun telah dilewati dengan berbagai cerita di dalamnya. Adanya Pasar Krempyeng Kampung Baru ini sebagai salah satu bentuk mengenang Indonesia era masa lalu.
Antusiasme warga dalam acara ini sangatlah luar biasa. Dibuktikan sebanyak 4 RT di lingkup RW 02 Penanggungan ikut serta dalam mendukung dan memeriahkan keberlangsungan acara. Mereka bekerjasama untuk menyulap sepanjang Jalan Banten Kota Malang menjadi nuansa tempo dulu.
Ketika mengunjungi lokasi ini, maka seakan-akan kita sedang berada di zaman dahulu. Mula-mula para pengunjung akan disambut oleh sederet stand bazar dengan kreasi layaknya tempo dulu. Sebanyak 14 stand bazar menjual berbagai macam jajanan dan masakan jadul, seperti jamu, rangin, cenil, dan beberapa makanan yang lain.
Uniknya, terdapat kegiatan yang tidak dapat ditemui di festival lain. Salah satunya yaitu saat kegiatan transkasi jual beli di stand bazaar, alat untuk pembayaran tidak menggunakan mata uang rupiah. Namun, kali ini akan menggunakan uang jadul atau kepeng.
Kepeng dibuat oleh warga RW 02 Penanggungan sebagai bentuk mendalami nuansa jadul. Sebelum berbelanja di bazaar, pengunjung harus menukarkan mata uang rupiah terlebih dahulu di bank yang telah disediakan.
Sembari menikmati kuliner jadul, para pengunjung juga akan ditemani oleh berbagai kegiatan dengan nuansa zaman dahulu yang akan ditampilkan oleh warga RW 02 Penanggungan. Kegiatan yang berlangsung untuk menemani malam minggu ini ialah pentas seni, pertunjukan wayang mendong dan dolanan rakyat.

Pentas seni yang ditampilkan berasal dari anak-anak warga RW 02 Penanggungan itu sendiri. Penampilan yang disuguhkan berupa menyanyikan lagu-lagu daerah dan tari-tarian.
Kemudian juga terdapat dolanan rakyat yang merupakan salah satu penunjang kegiatan yang akan dimainkan oleh anak-anak sebagai salah satu bentuk pengenalan permainan yang ada pada zaman dahulu. Yakni terdapat engklek gunung, bola bekel, dam-daman, boi-boian, lompa tali karet, patok lele, serta kucing-kucingan.
Tidak hanya kegiatan-kegiatan yang bernuansa jadul saja, para panitia penyelenggara maupun para pengunjung diwajibkan untuk mengenakan pakaian nuansa jadul ataupun kompeni.
Pasar Krempyeng Kampung Baru Kota Malang kali ini benar-benar dikemas menjadi serba zaman dahulu dan baru pertama kali digelar. Ace Hakim selaku Ketua RW 02 Kelurahan Penanggungan ini berharap pelaksanaan acara berjalan lancar sehingga dapat menggelar kembali di tahun depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

