Advertisement
Peristiwa Daerah

Kisah Romansa Slamet dan Nenek Rohaya, Bukti Cinta Tak Pandang Usia

Cinta memang tidak memandang usia. Ungkapan itulah yang sepertinya pas disematkan bagi pasangan Slamet dan nenek Rohaya. ... ...

TIMES Indonesia,
Kisah Romansa Slamet dan Nenek Rohaya, Bukti Cinta Tak Pandang Usia
Slamet dan Nenek Rohaya, terlihat romantis meski usia mereka berbeda sangat jauh. (FOTO, Grid.id)
A-AA+

MAGELANG Cinta memang tidak memandang usia. Ungkapan itulah yang sepertinya pas disematkan bagi pasangan Slamet dan nenek Rohaya.

Slamet, seorang pemuda yang ketika itu berusia 16 tahun, menikah dengan Rohaya yang berusia 71 tahun. Perbedaan usia yang sangat jauh inilah yang menjadikan pernikahan mereka dianggap tak lazim.

Advertisement

Usia mereka terpaut 55 tahun. Sontak pernikahan yang dilaksanakan pada 2017 lalu, menghebohkan dan menjadi perbincangan banyak kalangan, utamanya para netizen.

Rabu 6 September, Rohaya atau biasa disapa Nenek Rohaya, telah tutup usia. Pernikahannya dengan Slamet sepertinya akan menjadi sebuah kisah klasik. Cerita romantisme bagai Romeo dan Juliet.

Berita meninggalnya Nenek Rohaya pun viral di banyak media, termasuk di sosial media. Ribuan ucapan belasungkawa mewarnai hampir segala paltform media sosial.

Meski tidak ada sumber pasti yang menyebutkan sebab kematian Nenek Rohaya, namun warga desa Karang Endah, Sumatera Selatan menduga faktor utama kematiannya adalah karena usia.

Pasangan Slamet dan Nenek Rohaya bukanlah pasangan yang biasa, hubungan percintaan mereka dianggap sebagai bentuk sebuah ketulusan cinta. Cinta yang tak memandang usia dan bentuk ungkapan cinta sejati.

Advertisement

Banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanan cinta mereka. Kesetiaan, perhatian, ketulusan dan pengorbanan memang semestinya tidak terganjal oleh tulisan angka kelahiran.

Slamet menunjukkan tentang arti sebuah cinta yang sebenarnya. Mereka bisa hidup berdampingan dan bahagia meski tidak memiliki harta bergelimang. Perhatian dan kasih sayang Slamet, menjadikan Nenek Rohaya bahagia hingga akhir hayatnya.

Di saat Nenek Rohaya semakin menua dan sakit,  Slamet pun dengan kesabaran dan kasih sayangnya, tetap setia menemani dan merawatnya. Slamet membuktikan kesetiaannya pada apa yang pernah ia ucapkan saat mereka menikah.

Bukan hanya itu, ternyata Slamet juga dikenal posesif. Karena rasa cintanya, Slamet pun menjadi suami yang pencemburu, namun hal itu justru menjadi bukti kebesaran cintanya kepada sang Nenek Rohaya.

Kini Slamet harus rela ditinggal sang nenek Rohaya setelah mereka hidup bersama selama 6 tahun. Namun jejak digital dari kisah romansa mereka akan dikenang.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hermanto
PenulisHermantoSarjana Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Tidar (lulus 1995). Bergabung di TIMES Indonesia, Agustus, 2023. Meliput, peristiwa lokal/ daerah, kuliner daerah dan evergreen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia