Jejak Freemason Terpasung Abadi Menghias Persemayaman Terakhir

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Freemason kerap menjadi pusaran rumor sebagai organisasi rahasia sesat penyembah setan. Perkumpulan ini melegenda dan meninggalkan aroma serta jejak di Surabaya.
Dari Makam Peneleh tempat peristirahatan terakhir orang-orang Eropa hingga bangunan-bangunan kolonial yang telah beralih fungsi.
Advertisement
Namun pemerhati sejarah Kuncarsono Prasetyo mengungkap fakta lain bahwa anggota Freemason adalah lingkaran intelektual dan pengusaha elite. Para ningrat pengusung rasionalitas beragama. Mereka datang ke Hindia Belanda pada tahun 1751 di Jakarta.
Makam Peneleh Surabaya menjadi salah satu tempat persemayaman terakhir bagi sejumlah tokoh Freemason Benua Biru. Salah satunya nisan baja berwarna hitam pekat.
Makam ini retak pada beberapa sisi. Keretakannya sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Terdapat pula ukiran dan tulisan tinta warna emas di atasnya.
Nisan tersebut bertuliskan ejaan Belanda 'Hier Digt Het Stoffelyk Overschot Van Den Weledelgeb. Heer F.J.H Bayer Ridder Der Okde Van Den Ned Leeuw, Geb. Te Aken Den 4 July 1807, Overlote Soerabaya Den 12 January 1879'.
Tulisan tersebut bermakna bahwa "Di sini terletak sisa-sisa Den Weledelen Heer F.J.H Bayer Ridder Der Okde Van Den Ned Leeuw, Lahir 4 Juli 1807, meninggal di Surabaya, 12 Januari 1879".
Logo jangkar dan penggaris pada nisan merupakan simbol identitas bahwa Bayer Ridder menjadi anggota Freemason hingga akhir hayat.
Selain Bayer, total sekitar 30 persen jasad di Makam Peneleh adalah anggota Freemason. Keseluruhan memiliki simbol nisan serupa.
Kuncarsono menjelaskan, Freemason bukan hanya Yahudi. Mereka juga berasal dari berbagai latar belakang agama.
Akan tetapi banyak tafsir keliru dan kesalahpahaman terhadap organisasi tersebut. Freemason bukanlah aliran sesat. Tak ada ritual menyembah setan.
Berbeda dengan illuminati. Freemason berorientasi pada ilmu pengetahuan dan pendidikan.
"Freemason sebenarnya bukan sebuah agama. Tapi kumpulan orang yang berpikir rasional dalam berkeyakinan," kata Kuncarsono, Minggu (10/9/2023).
Suasana Makam Peneleh Surabaya.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Namun, lanjutnya, kehadiran Freemason menjadi ancaman bagi agama konvensional karena semakin luas dan massif.
Konspirasi tentang Freemason merebak melalui berbagai literatur maupun film.
Freemason di Surabaya juga memiliki tempat perkumpulan yang disebut loji. Saat ini dikenal sebagai Gedung BPN Kota Surabaya, Jalan Tunjungan. Bangunan megah arsitektur Eropa masih terjaga.
Loji dibangun sejak 1810 masa penjajahan VOC. Ketika Surabaya menjadi kota militer. Loji bukanlah tempat ibadah. Loji ibarat kesekretariatan. Tak ada catatan sejarah pasti setiap hari apa mereka berkumpul.
Saat itu keberadaan Freemason sangat terbuka dan menempati lokasi strategis. Anggotanya terdiri dari politisi, militer, ilmuwan, dan pengusaha kelas atas. Banyak para penguasa menjadi anggota Freemason. Salah satunya Daendels, Raffles.
Mason bebas atau Freemason adalah tukang kayu bebas. Memiliki makna pekerja yang berpikir bebas. Kumpulan orang-orang merdeka dalam pikiran. Organisasi paling besar di dunia dan belum terkalahkan hingga saat ini. Pemegang pasar keuangan global.
Freemason adalah organisasi yang rapi. Memiliki struktur berbagai bidang serta buku panduan. Kebanyakan bergelut pada bidang kesehatan dan pendidikan serta menjadi bagian dari lahirnya palang merah internasional. Kendati hanya tinggal nama.
Ketika menjadi organisasi besar dan memiliki banyak musuh, akhirnya Freemason mempersempit keanggotaan dan publikasi. Organisasi ini semakin tertutup. Tidak sembarang orang bisa masuk.
"Sebuah organisasi keren, lalu pemikiran seperti ini menjadi ancaman bagi komunitas agama eksistensinya terganggu secara politis," ucapnya.
Keberadaan Freemason menimbulkan kecemburuan sosial. Sampai pada akhirnya muncul larangan di seluruh dunia.
Loji BPN Surabaya juga menjadi sasaran dengan menambahkan gambar simbol mata satu pada ruang tengah seolah menunjukkan bahwa Freemason adalah perkumpulan sesat.
"Itu baru-baru saja, orang iseng. Seolah Freemason itu Illuminati," katanya.
Bung Karno dan Freemason
Kuncarsono mengatakan bahwa Bung Karno memiliki akses khusus (privilege access) untuk mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan milik Freemason. Akses tersebut ia dapatkan dari keanggotaan sang ayah.
"Kalau Soekarno sebenarnya alasannya politis, karena orang-orang Freemason itu banyak orang Eropa. Dukungan finansial dan dukungan politik tinggi karena banyak pejabat," ucapnya.
Namun Bung Karno juga berpikir realistis. Proklamator tersebut menganggap bahwa keberadaan Freemason dapat mempengaruhi mimpi nasionalisme. Bukan karena ideologinya, namun karena jaringan mereka menggurita.
Bung Karno khawatir kumpulan para penguasa dan pengusaha dalam organisasi ini menggenggam semua sumber daya dan akan menjadi ancaman bagi sebuah negara yang baru berdiri. Sehingga kemudian Bung Karno juga membubarkan Freemason di Indonesia.
"Padahal Bapak Bung Karno, Sukeni alias Raden Sosrodiharjo sebenarnya menjadi anggota Freemason," kata Kuncar.
Maka tak heran jika saat itu banyak orang Jawa, orang Islam, Kristen adalah anggota Freemason. Karena organisasi bukan organisasi agama. Kini Freemason hanya tinggal sejarah karena menjadi musuh seluruh dunia. Literatur tentang Freemason masih tersimpan meski sulit ditemukan.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Rizal Dani |