Dinas Kominfotik Lombok Barat dan FDK UIN Mataram Jalin Kerjasama Percepatan Transformasi Digital dan KIP

TIMESINDONESIA, LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) menjalin kerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam melakukan percepatan transformasi digital dan keterbukaan informasi publik di tingkat desa.
Pelaksanaan kerjasama ini dilakukan setelah kesuksesan memfasilitasi seluruh desa membuat website. Penandatangan perjanjian kerjasama berlangsung di Ruang Jayeng Rana, Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (21/9/2023).
Advertisement
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Rektor UIN Mataram Prof Masnun Tahir, Dekan FDIK Muhammad Saleh, Kadis Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto, Sejumlah Kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan para Mahasiswa UIN Mataram PKL yang tersebar di desa-desa.
Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat, Ahad Legiarto dan Dekan FDIK UIN Mataram, Muhammad Saleh melakukan penandatangan perjanjian kerjasama, yang disaksikan oleh Bupati Lombok Barat dan Rektor UIN Mataram. (FOTO: Dinas Kominfotik Lombok Barat untuk TIMES Indonesia)
Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan, banyak program capaian, bahkan potensi-potensi yang desa baik sedang berjalan maupun yang telah sukses dilakukan terkadang tidak tersampaikan kepada masyarakat. Hal ini terjadi karena minimnya informasi yang disampaikan kepada publik. Padahal saat ini Lombok Barat telah memiliki website di seluruh desa namun terkendala pada pengisian konten di website desa.
Ia mengatakan kerjasama yang dijalin dengan FDIK UIN Mataram ini sebagai terobosan baru dalam upaya melakukan pendampingan terhadap perangkat desa di Lombok Barat agar giat dalam mengisi website desa.
"Ini semua tentu terkait dengan budaya dan rasa genem (rajin). Karenanya kami berharap mahasiswa UIN yang PKL di desa-desa melalui program Pelopor Informasi dan Digitalisasi desa ini dapat membantu dan membimbing desa untuk percepatan digital," katanya.
Bupati Lombok Barat dua periode ini menyampaikan bahwa gagasan program Pelopor Informasi dan Digitalisasi Desa yang dikomandoi oleh Diskominfotik dan FDIK UIN Mataram dapat mempercepat transformasi digital. Karena menurutnya, transformasi digital ini menjadi sebuah keharusan pada era atau zaman saat ini.
Ia berharap agar percepatan transformasi digital dan keterbukaan informasi publik tingkat desa di Lombok Barat akan mendatangkan kemajuan dan manfaat positif bagi seluruh desa. Karenanya ia meminta kepada semua kepala desa untuk mendukung penuh program Pelopor Informasi dan Digitalisasi Desa ini.
"Tentu ini membutuhkan dukungan kita bersama dan saya minta semua kepala desa dapat mendukung penuh program ini sehingga dapat bermanfaat dan memajukan desa di era teknologi saat ini," terangnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Lombok Barat juga menyampaikan terima kasih kepada rektor UIN Mataram beserta seluruh jajaran karena mendukung penuh percepatan transformasi digital dan keterbukaan informasi Publik (KIP) Di Desa.
Ia berharap agar kegiatan ini dapat terus berjalan dengan lancar. "Kami ucapkan terima kasih, semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar," imbuhnya.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir mengatakan, bahwa kolaborasi dan kerjasama ini merupakan bentuk dukungan UIN Mataram kepada Pemkab Lombok Barat. UIN Mataram memiliki semangat yang tinggi ketika bekerjasama dengan Pemkab Lombok Barat dan Pemerintah Daerah lainnya. Hal ini karena Pemkab Lombok Barat dibawah kepemimpinan Bupati Fauzan Khalid sangat terbuka kepada pihak universitas untuk berkolaborasi dan bekerjasama.
Hal inilah, sambungnya Masnun, yang manjadi salah satu semangat yang kuat bagi UIN Mataram untuk melakukan kerjasama dengan Pemkab Lombok Barat seperti hari ini. Kerjasama antara Kominfotik dan FDIK UIN Mataram ini menjadi kunci penting dalam percepatan digitalisasi.
Menurutnya, digitalisasi ini menjadi sebuah keharusan di era teknologi saat ini. Karenanya, ia menyambut baik kerjasama antara Diskominfotik Lombok Barat dengan FDIK UIN Mataram dalam percepatan transformasi digital dan Keterbukaan informasi publik melalui program Pelopor Informasi dan Digitalisasi Desa.
"Kami dari UIN Mataram tentu mendukung penuh dan mengapresiasi kerjasama ini karena kerjasama ini tentu akan mempercepat transformasi digital. Hal ini bentuk kolaborasi dan kerjasama nyata antara UIN Mataram dan Pemkab Lombok Barat untuk maju bersama dan mempercepat digitalisasi," terangnya.
Rektor juga meminta para mahasiswa untuk dapat melakukan pendampingan yang maksimal kepada desa desa yang ada di Lembar dan Lingsar. Hal ini agar program Pelopor Informasi dan Digitalisasi desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik dan digitalisasi di desa. Saat inilah para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sehingga dapat bermanfaat untuk sesama dan masyarakat.
"Kami minta adek adek mahasiswa PKL untuk memberikan sumbangsih positif dalam program ini. Karena program ini sangat baik dan bagus dalam upaya percepatan transformasi digital dan keterbukaan informasi Publik," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat, Ahad Legiarto menyampaikan, bahwa penanda tanganan perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari MoU atau kesepakatan bersama antara Pemkab Lombok Barat dengan UIN Mataram yang telah dijalin beberapa waktu lalu.
Hal ini sebagai upaya dan langkah nyata untuk percepatan transformasi digital dan Keterbukaan informasi Publik. Saat ini semua desa yang berjumlah 119 Desa dan 3 Kelurahan di Lombok Barat telah memiliki website desa. Namun memiliki kendala pada pengisian konten website desa. Hal inilah yang menjadi salah satu dasar kerjasama atau PKS dalam percepatan transformasi digital dan keterbukaan informasi publik di desa.
"Kami berharap melalui penandatangan PKS dan Program ini percepatan transformasi digital di desa dapat dilakukan dengan lancar," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa untuk tahap awal PKL ini pihaknya telah memberikan target capaian harian dan mingguan kepada mahasiswa PKL Pelopor Informasi dan Komunikasi Desa. Sehingga pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa PKL dapat dilihat perkembangannya secara berkala.
Ia mengatakan bahwa untuk tahap pertama jumlah mahasiswa PKL UIN Mataram sebanyak 56 orang yang tersebar di 25 desa di Kecamatan Lembar dan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. "Kami berharap kerjasama ini dapat bermanfaat untuk mempercepat transformasi digital di desa," harapnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Faizal R Arief |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |