Advertisement
Peristiwa Daerah

Puncak Pesta Rakyat Rutam Nuwus Kera Ngalam, Sutiaji dan Sofyan Edi Pamit dalam Suasana Haru

Wali Kota Malang, Sutiaji tidak lagi bisa membendung air matanya ketika berpamitan kepada seluruh ASN Pemkot Malang pada hari terakhirnya berkantor di Balai Kota Malang, ...

TIMES Indonesia,
Puncak Pesta Rakyat Rutam Nuwus Kera Ngalam, Sutiaji dan Sofyan Edi Pamit dalam Suasana Haru
Suasana berpamitan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko di puncak acara Pesta Rakyat Rutam Nuwus Kera Ngalam. (Foto: Yovika/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Wali Kota Malang, Sutiaji tidak lagi bisa membendung air matanya ketika berpamitan kepada seluruh ASN Pemkot Malang pada hari terakhirnya berkantor di Balai Kota Malang, Jumat (22/9/2023). 

Isak tangis pecah, menambah haru suasana halaman Balaikota Malang, kala Walikota Sutiaji, Wawali Sofyan Edi, Widayati Sutiaji, dan Ely Sofyan Edi menghampiri dan menjabat satu persatu tangan para ASN. Hal ini terjadi dalam puncak acara Pesta Rakyat Rutam Nuwus Kera Ngalam.

Advertisement

Spanduk bertajuk salam perpisahan dan ungkapan terima kasih dibentangkan para ASN. Tari Grebeg Sekar Kencana Jati ikut mengiringi momen perpisahan tersebut.

"Kami sekeluarga dan Mas Edi sekeluarga, pada 24 September 2018 kami menapaki bersama dengan penuh keyakinan dan bersandar pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bendera merah putih dan Malang Kucecwara yang kita banggakan, kami tapaki itu. Sebuah amanat yang luar biasa untuk bisa memimpin Kota Malang," ujar Sutiaji, Jumat (22/9/2023) malam.

Ucapan terima kasih tidak henti-hentinya dihaturkan Sutiaji pada sambutan perpisahannya didampingi sang istri beserta Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Suasana-berpamitan-Wali-Kota-Malang-Sutiaji-a.jpg

"Saya terima kasih kepada seluruh ASN dan warga Kota Malang, begitu banyak situasi dan momen yang telah kita lewati selama ini. Dan bisa kita lalui, terima kasih telah membersamai. Kolaborasi dan dukungan panjenengan adalah segalanya. Kami ucapkan ribuan terima kasih," ungkapnya.

Advertisement

Terakhir, Sutiaji menitipkan pesan untuk seluruh ASN Pemkot Malang. Dimana ia meminta agar tali persaudaraan tetap terjalin meski ia harus mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota Malang.

"Jabatan pasti ada masanya, namun persaudaraan diantara kita tidak ada batasnya. Kami mohon maaf, saya undur diri. Panjenengan adalah orang hebat. Kami berdua titip Kota Malang, Malang Kucecwara, Bumi Arema yang kita cintai agar senantiasa dijaga, tetap kokoh dan penuh prestasi," ucapnya.

Sementara, terlihat pagar betis jajaran ASN Pemkot Malang mengiringi langkah kepergian Walikota Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi meninggalkan Balaikota Malang. Di ujung gerbang, Walikota Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi masuk ke mobil pribadi masing-masing. Bahkan, Sutiaji mengemudikan sendiri mobilnya. Lambaian tangan para ASN seolah menjadi salam perpisahan yang menutup perjalanan mereka memimpin Kota Malang.

Namun, tidak hanya jajaran ASN. Di sepanjang jalan dari Balaikota Malang hingga kediaman dinas Walikota Sutiaji di Jalan Ijen No 2, Kota Malang, ribuan siswa dan warga Kota Malang berjajar begitu antusias ingin menyampaikan salam perpisahan untuk sosok Walikota Sutiaji. 

Melihat itu, sontak Walikota Sutiaji dan Widayati Sutiaji turun dari kendaraan lalu seketika para siswa dan warga berebut menyalaminya. 

"Terima kasih anak-anak ku yang luar biasa. Terima kasih warga Bumi Arema. Kami pamit, mohon dimaafkan jika ada kesalahan," tutupnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia