Peristiwa Daerah

Gebrakan Revolusioner Kepala Disbudpar Jatim Hudiyono Lestarikan Budaya Lokal 

Jumat, 29 September 2023 - 22:42 | 51.60k
Kadisbudpar Jatim Hudiyono bersama para Taruna Budaya.(Dok.Disbudpar Jatim)
Kadisbudpar Jatim Hudiyono bersama para Taruna Budaya.(Dok.Disbudpar Jatim)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Disbudar Jatim) Hudiyono melakukan gebrakan dalam pelestarian budaya lokal pada program desa wisata.

Hudiyono bahkan telah mempersiapkan ratusan Taruna Budaya sebagai bentuk revolusi desa wisata di Jatim.

Advertisement

Taruna Budaya merupakan usulan pemerintah provinsi melalui Disbudpar Jatim dalam Innovative Government Award (IGA) 2023.

"Kami siapkan 222 Taruna Budaya," katanya, Jumat (29/9/2023).

Kadisbudpar Jatim Hudiyono juga telah bertemu dengan para Taruna Budaya tersebut guna membahas progress kinerja dan rencana kegiatan pada 2024 mendatang.

Hudiyono mengatakan pembentukan Taruna Budaya bertujuan untuk memajukan wisata desa yang berfokus pada potensi kebudayaan dan tradisi lokal. Hudiyono berharap mereka dapat membentuk trademark kebudayaan Jatim.

Karena saat ini dari semua desa wisata yang ada, hanya 5 persen  yang berhasil memanfaatkan kebudayaan lokal sebagai daya tarik utama.

"Padahal, wisata desa adalah salah satu segmen yang sangat potensial namun masih belum banyak digarap," tandasnya.

Dengan adanya Taruna Budaya, Kadisbudpar Hudiyono ingin mendorong lebih banyak desa wisata untuk memanfaatkan kebudayaan dan tradisi lokal sebagai poin utama daya tarik mereka.

Taruna Budaya sendiri merupakan individu-individu yang akan aktif merumuskan berbagai program dan rencana aksi.

Beberapa ide program sudah dirumuskan pada pertemuan 21 September lalu. Mulai dari Jambore Taruna Budaya Jawa Timur, Cultural Night, hingga Kreasi Karya Budaya Klayapan Daerah. 

"Taruna Budaya ini diharapkan bisa menjadi pelopor dan inspirator dalam pemajuan wisata desa di Jawa Timur,” paparnya.

Taruna Budaya juga dibekali wawasan mendalam tentang kebudayaan guna membantu masyarakat lokal dalam pelestarian budaya serta memajukan ekonomi kreatif.

Apalagi dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Jatim, Kadisbudpar Jatim Hudiyono optimistis Taruna Budaya ini bisa berdampak pada keberlanjutan budaya dan ekonomi kreatif hingga peluang lapangan kerja baru.

Kunci Kemajuan Desa Wisata

Kepala Disbudpar Jatim Hudiyono juga mengatakan, peran pemerintah, akademisi dan masyarakat sangat penting dalam pengembangan desa wisata.

Peran pemerintah yakni menciptakan kebijakan, regulasi, infrastruktur pendukung dan memberikan dukungan kegiatan. 

"Dukungan tersebut antara lain dalam kegiatan pelatihan, promosi dan pemasaran," kata Hudiyono, Jumat (29/9/2023).

Sementara, kata Hudiyono, akademisi berperan penting dalam hal pendidikan, penelitian, konsultasi guna meningkatkan pemahaman dan perencanaan berkelanjutan.

Kemudian membantu menganalisa potensi dan tantangan, memberikan pelatihan, merancang strategi dan mendukung advokasi kebijakan.

Sedangkan masyarakat lokal memainkan peran dalam pelestarian budaya, pengembangan produk kreatif, pengelolaan wisatawan, pemberdayaan ekonomi, partisipasi dalam pengambilan keputusan, menjaga lingkungan promosi, keamanan wisatawan, penyelesaian masalah dan mengelola konflik.

"Keterlibatan aktif dan tanggung jawab dari semua pihak adalah kunci untuk keberhasilan dan keberlanjutan desa wisata," sambung Hudiyono .

Ia menambahkan, Jatim sendiri merupakan salah satu yang berhasil pulih dengan cepat dan kuat setelah pandemi. Peran utama dalam kesuksesan ini adalah ekonomi kreatif yang memainkan peran sentral dalam memperkuat desa wisata.

Dengan meningkatkan nilai tambah, melestarikan warisan budaya, memberdayakan komunitas dan diversifikasi pendapatan masyarakat lokal melalui berbagai subsektor ekonomi kreatif. Antara lain seni pertunjukan, kriya dan kuliner maupun lainnya.

Terbukti Jatim berhasil menarik perhatian wisatawan, mempromosikan identitas desa, serta memberikan peluang ekonomi berkelanjutan dan pelestarian nilai-nilai budaya serta lingkungan yang sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata. Maka dari itu, ia ingin budaya lokal tetap lestari lewat keberadaan desa wisata.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES