Terjadi ‘Tawuran Hingga Money Politik’ dalam Sispamkota di Jombang
Aksi kejar-kejaran antara masyarakat yang terlibat money politik dan petugas keamanan tak bisa dihindarkan di Stadion Merdeka Jombang ... ...

JOMBANG – Puluhan masa diamankan Polisi dan TNI di Jombang lantaran ketahuan menjalankan money politik saat menjelang Pemilu 2024.
Aksi kejar-kejaran antara masyarakat yang terlibat money politik dan petugas keamanan tak bisa dihindarkan di Stadion Merdeka Jombang, Senin (16/10/2023) sore.
Bahkan puluhan masa itu, sempat melawan petugas hingga baku hantam tak bisa dihindarkan.

Namun, kecerdikan petugas mampu mengelabuhi puluhan masa tersebut. Kemudian puluhan masa diamankan menggunakan mobil petugas untuk dibawa ke kantor polisi.
Namun, aksi tawuran dan money politik itu ternyata hanya bentuk simulasi kesiapan pengamanan pemilu 2024 yang bertajuk Sispamkota di Kabupaten Jombang.
Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi menyampaikan jika proses tahapan pemilu akan segera dimulai. Upaya menjaga Jombang tetap aman harus terus terjaga. Karena itu dilaksanakan simulasi pengamanan tahapan pemilu 2024.
"Sandi operasi kepolisian terbesar ini adalah mantap Brata Semeru 2023 - 2024," ujarnya.
Sebagai simulasi untuk memberikan kepastian dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kabupaten Jombang sebanyak 1.011.402 pemilih dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.858 tempat.
Melibatkan kegiatan simulasi dengan jumlah personil TNI total 306 personil, sebanyak 124 personil standby. Dari kepolisian sebanyak 336 personil, dari linmas sebanyak 7716 personil.
"Operasi ini untuk menjamin Pemilu 2024 aman tertib dan damai, himbauan dan ajakan kami anggota Polri pastinya netral dan integritas serta tegak lurus dengan undang-undang," terangnya.
PJ Bupati Jombang, Sugiat menyampaikan harapan pelaksanaan Pemilu berlangsung dengan baik, luber jurdil. Keamanan bisa berlangsung baik serta kondusif.
"Saya yakin masyarakat perbedaan pilihan perbedaan itu hal yang biasa demokrasi sekali lagi namanya pesta demokrasi harus menyenangkan," ungkapnya.
Menurut Sugiat, sekecil apapun potensi itu pasti ada, sekecil apapun pekerjaan. Karena itu dilibatkan semua unsur, mulai dari tokoh masyarakat, DPRD, pemerintah, unsur keamanan, dan unsur partai politik.
"Sekali lagi bahwa perbedaan itu hal yang biasa tapi kemudian tidak menimbulkan perpecahan," tandasnya.

Rangkaian acara dimulai dengan tanda tangan deklarasi damai dari berbagai lembaga. Simulasi dilanjutkan pawai pengamanan oleh Polres Jombang sebagaimana mestinya berkeliling kebeberapa wilayah, termasuk juga kantor KPU Jombang
Simulasi dilanjutkan dengan kegiatan pendistribusian kotak suara oleh KPU Kabupaten ke PPK di kecamatan dengan pengawalan aparat kepolisian. Pada proses ini sempat terjadi penghadangan kotak suara oleh beberapa oknum. Seketika itu ada upaya penggagalan oleh petugas pengamanan.
Sesi simulasi berlanjut kekegiatan kampanye oleh salah satu pasangan calon. Saat proses kampanye ada upaya penyerangan kepada calon. Aparat keamanan pun sigap melakukan pengamanan kepada provokator penyerang.
Simulasi dilanjutkan dengan kegiatan yang menunjukkan terjadinya praktek politik uang dengan melakukan serangan fajar. Sesaat itu juga digagalkan aparat.
Sampai simulasi diakhiri dengan kegiatan pengamanan manakala ada potensi benturan dari sekelompok massa karena tidak terima dengan hasil Pemilu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


