Peristiwa Daerah

Begini Kondisi Bocah di Malang yang Disiksa Keluarganya

Selasa, 17 Oktober 2023 - 18:23 | 38.40k
Kolase kondisi korban dan rumah korban penyiksaan oleh keluarganya. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kolase kondisi korban dan rumah korban penyiksaan oleh keluarganya. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Kondisi bocah 7 tahun inisial D yang merupakan korban penyiksaan dan penyekapan oleh ke-5 keluarganya kini berangsur membaik.

Bocah tersebut sejak awal mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Advertisement

Ketua Yayasan Bersama Anak Bangsa, Yuning Kartikasari mengatakan, ia bersama timnya sejak awal mendampingi pemulihan korban di RSSA Malang.

Berbagai hal baru ia dapatkan dari korban dan salah satunya, yakni korban mengatakan bahwa ia enggan kembali tinggal dengan ayahnya.

"Dia (korban) bilang saya gak mau kembali ke rumah sana sama ayah," ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun, Selasa (17/10/2023).

Menurut Yuyun, korban sendiri menyadari bahwa sang ayah merupakan sosok yang sangat keras.

Terlebih, ayah kandungnya bersama ibu tiri, nenek tiri, kakak tiri dan paman tiri kini telah mendekam dipenjara setelah pihak kepolisian menetapkan ke-5 anggota keluarga tersebut sebagai tersangka penyiksaan dan penyekapan.

"Iya kayaknya dia tahu kalau ayahnya jahat, tapi kadang rasa kangen itu masih ada. Namanya anak usia segitu ya," ungkapnya.

Korban sejauh ini juga cukup terbuka dengan orang-orang baru yang mau menjenguk dirinya. 

Kini, kondisi kesehatan korban pun terus membaik. Bahkan berat badannya sudah naik 3 kilogram dan keceriaan korban cukup terlihat.

"Kondisinya alhamdulilah sudah membaik. Ini sudah aktif ngobrol. Sekarang kan masih pemulihan gizi, tumbuh kembang dan trauma," tuturnya.

Namun untuk masalah psikologis anak atas trauma yang ia dapati, Yuyun mengaku masih belum tahu.

Sebab, terkadang korban tiba-tiba menangis tanpa sebab. Saat ditanya pun korban tambah menangis dan tidak menjawab.

"Saya gak berani tanya lebih jauh juga, karena ini kan masa pemulihan. Takutnya, kalau ditanya terus traumanya gak hilang-hilang," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES