Peristiwa Daerah

Perkelahian Antar Siswa di Malang hingga Tersayat Cutter, Pihak Sekolah Minta Kekeluargaan

Kamis, 02 November 2023 - 12:23 | 48.32k
Lokasi sekolah di Malang tempat dua siswa MI berkelahi hingga tersayat cutter. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Lokasi sekolah di Malang tempat dua siswa MI berkelahi hingga tersayat cutter. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MALANG – Pihak sekolah buka suara soal muridnya yang terlibat perkelahian hingga terluka parah di pipi akibat sayatan cutter atau benda tajam. Peristiwa itu terjadi di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada Selasa (31/10/2023) lalu.

Kepala MI, Muflichatul Mukarromah mengatakan, peristiwa itu terjadi di luar area sekolah dan saat jam pulang sekolah. Saat itu, hanya ada tiga orang guru yang masih berada di dalam sekolah.

Advertisement

"Kondisi itu di luar madrasah. Jadi kita sudah tidak tahu dan jam nya sudah jam pulang. Sudah tidak di bawah kendali kita atau di bawah pemantauan kita, karena sudah di luar lembaga dan jam nya juga sudah jam pulang," ujar Mukarromah, Kamis (2/11/2023).

Namun, pihak sekolah juga melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penelusurannya, perkelahian tersebut bermula saat Solah Dhuhur di sekitar masjid sekolah. 

Ia mengaku, pertengkaran yang bermula di sekitaran masjid saat solat Dhuhur tersebut sudah dilerai.

"Kita pikir bahwasannya setelah dilerai ya sudah. Ternyata masih ada kelanjutannya dan kita gak tahu. Tahu-tahu ada informasi dari bapak ibu wali murid yang ada di bawah saat menjemput anaknya," ungkapnya.

Mukkaromah menerangkan, saat peristiwa itu terjadi sepulang sekolah, kondisinya cukup sepi. Pasalnya, hanya tinggal sekitar 19 siswa yang masih ada di sekolah dan siswa lainnya telah pulang ke rumah masing-masing.

"Ketika ada laporan itu, kita datang sudah gak ada kejadian apapun. Kalau menurut informasi dari anak anak, tidak ada hal pengeroyokan. Ada beberapa wali murid yang saya tanyai dan juga ada beberapa anak. Tidak ada pengeroyokan sama sekali," jelasnya.

Dari informasi yang ia dapat, perkelahian ini hanya melibatkan dua anak saja, yakni R sebagai korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD dan terduga pelaku berinisial H kelas V SD.

"Awalnya percekcokan mulut, saya lihatnya begitu dari saksi-saksi," katanya.

Ternyata, setelah peristiwa ini pihak sekolah mencoba ke rumah sakit tempat korban dirawat untuk bertemu orang tuanya dan memastikan seluruh biaya perawatan bakal ditanggung.

"Pihak orang tua masih belum mau menerima dan kita mau minta kekeluargaan saja. Ternyata kemarin ditolak," imbuhnya.

Dengan begitu, pihak sekolah ingin mencoba meredam soal informasi peristiwa tersebut. Bahkan, ia ingin permasalahan ini bisa terselesaikan secara kekeluargaan saja.

"Saya sebagai orang tua, walinya dan juga kepala madrasah meminta maaf dan juga meminta untuk diproses secara kekeluargaan saja dan semua biaya akan saya tanggung. Harapan saya pihak korban mau diajak secara kekeluargaan," tandasnya.

Seperti berita sebelumnya, Kapolsek Dau, Kompol Triwik Winarni membenarkan peristiwa tersebut dan pihaknya sudah melakukan penyelidikan.

Awalnya, perkelahian itu terjadi ketika pelaku sempat mengajak korban berkelahi namun ditolak, sehingga pelaku melakukan penendangan.

Setelah ditendang, korban mencoba kabur dan tejadi kejar-kejaran. Saat berhasil dikejar, terduga pelaku pun mengeluarkan sebuah benda tajam jenis pisau cutter lalu menyayat pipi korban hingga sobek dan bercucuran darah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES