Advertisement
Peristiwa Daerah

Program LGC Reborn Bukan Sekedar Awarding Tapi Kepedulian Lingkungan

Lamongan Green and Clean (LGC) Reborn tidak hanya menghadirkan kompetisi antar wilayah, namun kepedulian lingkungan berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan yang bersih ...

TIMES Indonesia,
Program LGC Reborn Bukan Sekedar Awarding Tapi Kepedulian Lingkungan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan Andhy Kurniawan saat memberikan penghargaan (Awarding) kepada pemenang program LGC Reborn. (FOTO: Moch. Nuril Huda)
A-AA+

LAMONGAN Lamongan Green and Clean (LGC) Reborn tidak hanya menghadirkan kompetisi antar wilayah, namun kepedulian lingkungan berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri dan aman.

Program LGC Reborn atau Lamongan yang hijau dan bersih ini lahir bukan sebagai bayi. Tapi lahirnya spirit baru untuk menjadikan Lamongan lebih megilan dengan lingkungan yang bersih dan segar. 

Advertisement

Atas kepedulian lingkungan tersebut, Pemkab Lamongan melalui Dinas Lingkungan Hidup telah memberikan memberikan penghargaan (awarding) kepada Rukun Tetangga, Kades atau Lurah, Camat atas partisipasinya.

Yuhronur-Efendi-4.jpg

Penghargaan yang diberikan dalam kategori perintis, madya, madya dan community center, Camat Pembina LGC Terbaik, Lurah atau Kades Pembina LGC Terbaik, Proklim dan Berseri, Sekolah Adiwiyata serta PJAS Aman Nasional, hingga Top 10 Bersih Sampah Liar. 

“Selamat dan sukses kepada seluruh penerima penghargaan LGC Reborn 2023, kami sampaikan kepada seluruh elemen masyarakat atas partisipasi aktifnya hingga terciptanya lingkungan yang bersih dan segar," ucap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. 

Saat ini, pengelolaan sampah menjadi isu global karena dialami oleh seluruh masyarakat tidak hanya di Lamongan tapi juga nasional dan seluruh dunia. 

Advertisement

LGC-Reborn.jpg

"Melalui pelaksanaan LGC Reborn ini, masyarakat tidak hanya memperoleh penghargaan saja tapi juga dapat merasa memiliki Lamongan dengan selalu menjaga kelestarian lingkungan mereka," tutur Pak Yes. 

Meski saat itu di Indonesia telah dilanda pandemi Covid-19 selama 2 tahun lebih, program LGC tetap dijalankan bukan hanya sekedar rutinitas penilaian saja. Tapi bagaimana warga bisa menghadapi pandemi. 

Sehingga di tahun ini program tersebut dinamakan LGC Reborn. Dimana masyarakat Kabupaten Lamongan diharapkan bisa berkomitmen dan semakin peduli terhadap persoalan lingkungan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan Andhy Kurniawan menekankan kepada para penerima penghargaan agar komitmen dan kontinuitas dalam pengelolaan lingkungan hidup menjadi aset besar untuk menjadikan Lamongan berketahanan iklim.

"Karena di tengah isu global pengelolaan sampah dan perubahan iklim, Lamongan terus berionovasi untuk menjadikan wilayah Lamongan bersih, indah, teduh dan berketahanan iklim. Sehingga hal ini bisa seiring dengan lahirnya spirit LGC Reborn," kata Andhy. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia