Kunker, Bupati Sumba Timur Dorong Mata Pencaharian Warga di Desa Prai Salura
Kunjungan kerja (kunker) Bupati Sumba Timur Khristofel Praing di Desa Prai Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (2/12/2023), untuk mendorong mata pencah ...

SUMBA TIMUR – Kunjungan kerja (kunker) Bupati Sumba Timur Khristofel Praing di Desa Prai Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (2/12/2023), untuk mendorong mata pencaharian warga Desa Prai Salura.
Desa Prai Salura merupakan pulau kecil yang menjadi salah satu pulau terluar di wilayah selatan Republik Indonesia (RI) yang berbatasan langsung dengan negeri kangguru, Australia, namun pulau ini berada di selatan Pulau Sumba Timur yang masuk ke dalam wilayah Provinsi NTT.

Walaupun Desa Prai Salura ini merupakan pulau terluar namun pulau ini berpenghuni dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam. Selain itu, Prai Salura memiliki keindahan alam yang sangat indah karena pantainya.
Bupati Khristofel Praing menjelaskan, dalam kunjungannya di Desa Prai Salura bersama sekretaris daerah (Sekda) serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendorong diversifikasi mata pencaharian warga Desa Prai Salura.
“Kunjungan kerja ini sangat berkesan. Selama dua hari sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember 2023 kita dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan warga Desa Prai Salura. Seperti kita ketahui, desa ini berada di selatan atau terluar yang berbatasan dengan Australia,” jelasnya.
Menurut Khristofel, kegiatan ini tentunya sangat berharga karena tak hanya melakukan kunker rutin tetapi juga memberikan bantuan berupa bibit hortikultura bagi penduduk setempat.
Hal ini tambah dia, bertujuan untuk mendorong diversifikasi mata pencaharian warga Desa Prai Salura yang mayoritas nelayan. Karena itu, dalam situasi cuaca buruk di laut tentu kegiatan berkebun dengan menanam tanaman hortikultura diharapkan menjadi alternatif untuk memberdayakan masyarakat setempat.
“Dengan memberikan bibit tanaman hortikultura, kita berharap masyarakat Prai Salura memiliki opsi lain dalam mencari mata pencaharian, terutama ketika aktivitas nelayan terhambat akibat cuaca buruk di laut. Maka, berkebun menjadi solusi produktif untuk tetap berdaya disaat sulit,” ujar Khristofel.
Ia mengakui, masyarakat Desa Prai Salura sangat antusias mendapat bantuan bibit hortikultura sembari menunjukkan semangat belajar dan mengembangkan kegiatan berkebun, guna meningkatkan ketahan pangan dan ekonomi lokal di Pulau Salura.
Khristofel mengungkapkan, warga Desa Prai Salura juga memohon kelangkaan BBM mendapat perhatian agar mereka dapat melaut. Selain itu, dermaga diminta untuk diperbaiki, adanya layanan perbankan agar bisa transfer uang untuk anak-anaknya yang sedang sekolah, tenaga medis serta perekrutan dan transportasi laut yang memadai.
“Tentunya dari permohonan mereka ini kami respon namun kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak tersebut sedangkan bagi urusan yang bisa ditnagni Pemerintah Daerah akan menjadi perhatian kami,” ungkap Bupati Sumba Timur. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

