Peristiwa Daerah

Menteri PUPR RI Instruksikan Optimalisasi Infrastruktur Pengendali Banjir Kota Semarang

Minggu, 03 Desember 2023 - 18:38 | 23.61k
Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono saat meninjau sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (1/12/2023). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)
Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono saat meninjau sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (1/12/2023). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Tengah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR RI) Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar pengoperasian infrastruktur pengendali banjir di Kota Semarang dioptimalkan.

"Saat ini sedang kami lakukan perbaikan beberapa pompa di Rumah Pompa Kali Sringin dan Kali Tenggang. Ditargetkan selesai seluruhnya pada tanggal 5 Desember 2023. Sementara ini difungsikan juga 11 unit pompa portabel (mobile)," kata Menteri PUPR RI usai meninjau sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (1/12/2023).

"Dari 11 pompa portable, sebanyak empat unit ditempatkan di Kali Tenggang, dua unit di Kali Sringin, tiga unit di Kali Terboyo dan sisanya tersebar di beberapa titik," ujar Menteri PUPR RI.

Menurut Menteri Basuki perbaikan pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang memang merupakan bagian dari operasi dan pemeliharaan, karena pompa tersebut sudah beroperasi cukup lama dari 2018.

Selain perbaikan pompa dan pengerahan pompa portabel, Menteri Basuki menyebutkan Kementerian PUPR juga telah menyiapkan rencana pengendalian banjir jangka panjang di Kota Semarang dengan mengoptimalkan Rumah Pompa Waru, Kandang Kebo, sera Kolam Retensi dan Rumah Pompa Muktiharjo.

"Kami akan lebih banyak mengalihkan beban/debit ke KBT (Kanal Banjir Timur) untuk mengurangi beban Rumah Pompa Kali Tenggang. Ada Pompa  Muktiharjo, lalu masuk ke Pompa Waru. Dari Waru kita akan tambah pompa untuk masuk ke KBT," terang Menteri PUPR RI.

Dengan sistem tersebut, menurut Menteri Basuki, beban Rumah Pompa Kali Tenggang maupun Kali Sringin menjadi tidak terlalu berat. "Saat ini detail enginering desain (DED) sudah ada. Mudah-mudahan pada tahun 2024, kita bisa mulai kerjakan," ujar Menteri Basuki.

Dijelaskan Menteri PUPR RI, penanganan banjir di Kota Semarang dilakukan menggunakan sistem polder dan pompa, yang mencakup area Semarang Barat, Semarang Tengah, serta Semarang Timur yang terdiri atas Rumah Pompa Tenggang dan Sringin.

Menurut Menteri Basuki sistem polder dan pompa tersebut dirancang untuk mengatasi banjir rob yang terjadi di Kota-kota Pantura Jawa, seperti Semarang, Pekalongan, Tegal hingga Jakarta.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia, Staf Ahli Menteri PUPR RI Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Muhammad Adek Rizaldi, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Harya Muldianto. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES