Kurniawan Yuda: Markas Besar Oelama di Waru Sidoarjo Penuh Sejarah Perjuangan RI
Politisi Muda Partai Golkar, Kurniawan Yuda akan membantu proses renovasi Gedung Markas Besar Oelama (MBO) yang berada di Waru Kabupaten Sidoarjo. ... ...

SIDOARJO – Politisi Muda Partai Golkar, Kurniawan Yuda akan membantu proses renovasi Gedung Markas Besar Oelama (MBO) yang berada di Waru Kabupaten Sidoarjo. Hal itu dia ungkapkan ini saat menghadiri tasyakuran dan doa bersama dimulainya renovasi tahap pertama MBO, Minggu (10/12/2023).
Menurut Mas Yuda, sapaan pemilik perusahaan di bidang properti PT MTB ini, Gedung MBO memiliki sejarah tinggi perjuangan para kiai para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Maka, menurutnya, sudah menjadi kewajiban sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk peduli membantu proses pembugaran gedung bersejarah MBO tersebut.
"Gedung MBO ini saksi sejarah Kemerdekaan RI. Gedung MBO dijadikan markas para ulama dan santri dalam sejarah peperangan10 November 1945 di Kota Surabaya. Alhamdulillah hari ini saya diundang dan bisa bersumbangsih untuk membantu renovasi tahap pertama Gedung MBO ini," katanya, Minggu (10/12/2023).
Calon Legislatif (caleg) Dapil 6 Kecamatan Waru-Gedangan Sidoarjo ini juga sempat melihat dari dekat berbagai ruangan di dalam Gedung MBO yang mulai hari ini bakalan direnovasi oleh Tim Renovasi dan Revitalisasi MBO PWNU Jawa Timur.

Menurut pemilik Jargon KAYU JATI (Kurniawan Yuda Berjaya dan Berbakti) ini, sebagai keluarga besar NU, sudah menjadi kewajibannya dan keluarga untuk membantu.
Untuk itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Waru untuk membantu proses renovasi Gedung MBO ini.
"Agar tampak bagus dan bisa menjadi wisata edukasi sejarah perjuangan Kiai dan Ulama NU yang ikut berjuang mempertahankan Kemerdekaan RI di Kabupaten Sidoarjo," harap Caleg nomor urut 1 Dapil 6 Sidoarjo dari Partai Golkar ini.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur HM Sholeh Hayat menyatakan pihaknya mencanangkan penggalangan dana untuk renovasi dan revitalisasi eks gedung MBO di Waru Sidoarjo
Hal ini dilakukan guna melestarikan bangunan bersejarah serta menguatkan semangat nasionalisme generasi muda.
Dalam sejarahnya, Sholeh Hayat menjelaskan, markas yang kecil memang sengaja tak diumumkan para kiai untuk menghindari intelijen Belanda, namun ulama dan santri dari beberapa daerah di Jawa berkumpul di Waru dengan naik kereta.
Selain KH Hasyim Asy'ari, KH Bisri Syansuri dan KH Wahab Chasbullah, beberapa ulama yang sering datang ke markas itu, antara lain Kiai Hasan dari Genggong-Probolinggo dan Kiai Munasir Ali dan Kiai Achiyat Chalimy dari Mojokerto.
Juga, Kiai Abbas Buntet dari Banten, Kiai Machrus Ali dari Lirboyo-Kediri, Kiai Hasyim Latief dari Sepanjang-Sidoarjo, dan sebagainya.
Menurut Sholeh Hayat yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Renovasi dan Revitalisasi MBO itu, MBO ditemukan sesuai informasi Kiai Hasyim Latief dan Kiai Munasir Ali, juga ada foto MBO di Kodam V/Brawijaya.
"Jadi, Markas Besar Oelama (MBO) merupakan markas perjuangan untuk mengatur strategi dan melakukan penggemblengan guna membela kemerdekaan yang sudah diproklamasikan Soekarno-Hatta, apalagi Sekutu mengamuk karena Jenderal Mallaby tewas oleh anak-anak Hizbullah," kata mantan Ketua PW IPNU Jatim itu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


