Peristiwa Daerah

Niat Terapi di Padepokan Gus Samsudin, Wanita Asal Surabaya Tewas di Kamar Mandi

Kamis, 14 Desember 2023 - 22:06 | 108.02k
Pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP (FOTO: Dok. Polsek Lodoyo Barat)
Pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP (FOTO: Dok. Polsek Lodoyo Barat)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BLITAR – Seorang perempuan ditemukan tewas di di kamar mandi Pondok Pesantren (Ponpes) Nuswantoro milik seorang youtuber Gus Samsudin pada Senin (11/12/2013). Ponpes Nuswantoro sendiri beralamat di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. 

Korban yang diketahui bernama Suwarti (59) merupakan perempuan asal Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Kedatangannya ke Blitar ini untuk melakukan terapi di Pondok milik Gus Samsudin.

Advertisement

Kejadian ini diketahui saat keluarga korban merasa janggal karena Suwarti tak kunjung pulang ke rumah. Alhasil keluarga korban datang ke Ponpes Nuswantoro untuk mencari korban. Usai dicek di buku tamu pondok, ternyata korban tiba di pondok pada Sabtu (9/12/2023). 

Kapolsek Lodaya Barat Iptu Dwi Purwanto melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono mengungkapkan untuk mendapatkan kepastian terkait keberadaan korban, akhirnya keluarga melaporkan hal tersebut ke Polsek Lodoyo Barat. Polisi yang menerima laporan langsung datang dan mengecek CCTV di Ponpes Nuswantoro.

Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, korban telah melaksanakan terapi di sekira pukul 21.00 WIB. Setelah itu korban terpantau masuk ke dalam kamar mandi umum dan tak kunjung keluar.

Ia menambahkan, polisi kemudian mengecek kamar mandi umun Pondok Nuswantoro yang didalamnya diduga ada korban. Ternyata didapati pintu kamar mandi tertutup dan terkunci dari dalam. Setelah dicek melalui ventilasi kamar mandi didapati ada ada jenazah yang tergeletak secara tengkurap di kamar mandi. Melihat hal tersebut kemudian dilakukan pembukaan pintu kamar mandi secara paksa.

"Setelah terbuka didapati korban telah meninggal dunia di dalam kamar mandi," imbuh Udiyono.

Karena tidak ditemukan kejanggalan serta tanda-tanda kekerasan pad tubuh korban, pihak keluargapun ikhlas dan legowo menerima sebagai musibah serta tidak memperkenankan korban untuk dilakukan autopsi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES