Pengamat Politik UGM Nyarwi Ahmad Minta Warga Jangan Takut Kritik Pemerintah

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pengamat Politik UGM (Universitas Gadjah Mada), Nyarwi Ahmad mengungkapkan, betapa pentingnya kritik publik terhadap pemerintah.
Ia menilai, pemerintah tidak hanya terletak pada kekuasaan yang dijalankan oleh eksekutif namun juga legislatif.
Advertisement
Alasannya, peran legislatif selama ini belum terlihat. Sehingga, kritik dari warga sipil itu perlu diberikan kepada pemerintah menjadi tidak berimbang. Kritik publik disebutnya jangan hanya dilimpahkan pada eksekutif namun juga legislatif.
“Pemerintahan itu legislatif juga merupakan bagian pemerintahan. Jadi komunikasi politik proses komunikasi politik tak hanya eksekutif,” terang Nyarwi, Minggu (17/12/2023).
Nyarwi mengakui memang ada banyak kritikan dari masyarakat kepada pemerintah Presiden Joko Widodo terutama berkaitan dengan isu politik dinasti.
Hanya saja, Nyarwi mengingatkan jangan sampai kritikan itu dimanfaatkan untuk personalisasi dinasti politik. Nyarwi mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat di Tengah masyarakat sangat penting. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat tidak perlu takut menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Kebebasan berpendapat itu sebenarnya tidak perlu takut. Konstitusi sendiri sudah menjamin. Kita punya produk reformasi menyampaikan pendapat di muka umum, namun saat ini direduksi sebagai tata cara demo,” tandas dosen Fisipol UGM ini.
Selain itu, Nyarwi menyayangkan, saat ini undang-undang yang mengatur soal pendapat di muka umum sering disalah artikan. Ia menyampaikan bahwa, kebebasan berpendapat adalah nyawa dari sebuah demokrasi. Pengamat Politik UGM ini meminta pemerintah agar tidak perlu alergi terhadap kritikan yang berasal dari masyarakat sendiri. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |