Disbudparprov Jatim Ajak Daerah Lakukan Pemutakhiran Database Sidita
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Database Destinasi Pariwisata Melalui Aplikasi Sistem Informasi Daya Tarik Wisata (Sidita). ...

SURABAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Database Destinasi Pariwisata Melalui Aplikasi Sistem Informasi Daya Tarik Wisata (Sidita). Acara berlangsung di The Aliante Hotel & Convention Center, Kota Malang, Jumat (15/12/2023).
Acara dibuka oleh Susiati, Plt Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Susiati menyampaikan, dalam memaksimalkan pendataan yang ada di Provinsi Jawa Timur, tentunya peran aktif dari berbagai pihak termasuk 38 Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur sangat diperlukan.
Lebih lanjut Susiati mengungkapkan data, bahwa, warga Indonesia mayoritas menggunakan handphone. Dari data yang ia himpun, rasio kepemilikan handphone di Indonesia untuk masing-masing orang memiliki 1,5 handphone.
"Hal tersebut berarti bahwa, persebaran informasi melalui aplikasi sangatlah penting dilakukan," katanya.
Susiati menambahkan, komponen pengembangan destinasi pariwisata yang kompleks tersebut harus didukung dengan ketersediaan data dan informasi kepariwisataan agar memudahkan wisatawan dalam mengakses informasi untuk menentukan rencana perjalanannya.
Ia juga berharap aplikasi Sidita dapat diintegrasikan dengan sistem di setiap kabupaten/kota sehingga semakin memudahkan dalam memperkaya data dan informasi kepariwisataan di Provinsi Jawa Timur.
Sidita merupakan aplikasi berbasis website yang mendata dan memetakan daya tarik wisata serta desa wisata di Provinsi Jawa Timur. Sidita memberikan informasi mengenai data pariwisata meliputi data daya tarik wisata, data akomodasi wisata, dan data wisatawan.
Aplikasi berbasis web tersebut dapat diakses melalui laman https://sidita.disbudpar.jatimprov.go.id/.
Selain Sidita, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur juga memiliki program terkait pendataan dan pemetaan destinasi pariwisata yaitu Jatim Travel Monitor.
Jatim Travel Monitor merupakan aplikasi berbasis website yang mendata kunjungan wisatawan di daya tarik wisata menggunakan sistem QR Code.
Provinsi Jawa Timur dianugerahi dengan berbagai macam potensi atraksi wisata mulai dari alam, budaya, dan buatan yang jumlahnya mencapai 1.368 DTW, serta juga didukung oleh aksesibilitas serta amenitas/fasilitas pariwisata yang mendukung kegiatan kepariwisataan di provinsi Jatim.
Komponen pengembangan destinasi pariwisata yang kompleks tersebut harus didukung dengan ketersediaan data dan informasi kepariwisataan agar memudahkan wisatawan dalam mengakses informasi untuk menentukan rencana perjalanannya.
Dalam rangka mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut, Provinsi Jatim sesuai ruang lingkupnya melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pemutakhiran database destinasi pariwisata melalui aplikasi sidita.
“Kami harapkan kedua aplikasi tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem di setiap kabupaten/kota sehingga semakin memudahkan dalam memperkaya data dan informasi kepariwisataan di provinsi Jawa Timur,” ujar Susiati.
Ia berharap forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta sehingga tujuan dari pengembangan sistem informasi daya tarik wisata dapat berjalan secara optimal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


