Peristiwa Daerah

Aplikasi Gebyok Kudus, Strategi Pemkab Kudus Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Jumat, 29 Desember 2023 - 06:44 | 62.12k
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi (kiri) dan Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan saat melihat bazar UMKM disela launching aplikasi GEBOK Kudus. (FOTO: Arif/TIMES Indonesia)
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi (kiri) dan Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan saat melihat bazar UMKM disela launching aplikasi GEBOK Kudus. (FOTO: Arif/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, KUDUSPemkab Kudus meresmikan Transaksi Digital Pengadaan Barang dan Jasa Toko Daring GEBYOK KUDUS (Gebyar Belanja Online Kabupaten Kudus).

Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi booster untuk meningkatkan kualitas transparansi dan efisiensi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah daerah dengan para pelaku usaha.

Advertisement

Harapan tersebut diungkapkan Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan saat me-launching transaksi digital GEBYOK KUDUS di Pendopo Bupati Kudus, Jawa Tengah, Kamis (28/12/2023).

Hendrar-Prihadi-2.jpgKepala LKPP RI Hendrar Prihadi Bersama Pj Bupati Kudus menyerahkan cinderamata kepada Kepala Kanwil VII KPPU dan Vice President Mbizmarket. (FOTO: Arif/TIMES Indonesia)

“Saya berharap kegiatan Launching dan Sosialisasi Toko Daring dapat meningkatkan transaksi e-purchasing melalui toko daring sekaligus upaya dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sangat apresiasi,” ujar Bergas.

GEBYOK KUDUS yang merupakan hasil kerjasama dengan platform Business to Business Mbizmarket, dilaunching Bergas bersama Kepala LKPP RI, Kepala Kanwil VII KPPU, CCO Mbizmarket, dan Vice President Mbizmarket di Pendapa Kabupaten Kudus.

Dengan diresmikannya GEBYOK KUDUS, Bergas ingin produk UMKM di Kudus memiliki daya saing dengan produk lain, termasuk produk impor. Langkah itu sebagai upaya mengembangkan UMKM lokal yang awalnya skala kecil menjadi skala menengah, bahkan skala lebih besar lagi.

“Langkah kita selanjutnya adalah bagaimana dapat memanfaatkan toko daring ini semaksimal mungkin agar dapat mendorong sebanyak-banyaknya UMKM untuk bergabung di katalog lokal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi juga mengapresiasi Pemkab Kudus yang telah membuka ruang dan melibatkan UMKM lokal dalam APBD Kabupaten Kudus.

Pejabat yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, ada 2 metode dalam katalog LKPP agar UMKM lokal dapat terlindungi secara sah yakni katalog lokal dan toko daring.

“Toko daring yang dilaunching hari ini, saya rasa bisa memberikan wadah bagi pelaku UMKM lokal. Semoga makin banyak yang bergabung,” imbuhnya.

Mantan Walikota Semarang ini berkeinginan agar UMKM lokal dapat naik kelas. Karena itu, Hendi mengimbau Pemkab Kudus selalu memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM. Diantaranya meliputi packaging, penentuan harga, kualitas, dan pelatihan lainnya.

“Pelaku UMKM agar dapat terus berkembang tidak hanya di wilayah toko daring yang kapasitasnya terbatas. Namun, dapat merambah di katalog lain di tingkat nasional. Campur tangan pemerintah, saya kira sangat berpengaruh bagi perkembangan pelaku UMKM lokal,” katanya.

GEBYOK KUDUS sendiri merupakan inisiasi dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Kudus. Kehadiran aplikasi ini sebagai bentuk dukungan percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk UMKM, untuk menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia.

Transaksi digital, seperti dilakukan Pemkab Kudus ini, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 yang telah menjadi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital di Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES